Kemendagri Canangkan Satpol PP sebagai Pelopor Gerakan Indonesia Asri
Jum'at, 08 Mei 2026 - 13:17 WIB
loading...
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA mencanangkan Satpol PP sebagai pelopor Gerakan Indonesia Asri. Foto/istimewa
A
A
A
BOGOR - Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) memperingatkan ancaman darurat sampah nasional. Awal 2026, timbunan sampah Indonesia telah menembus 26 juta ton, dengan 56,72% berasal dari rumah tangga.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, dalam pencanangan Gerakan Indonesia Asri di Situ Gede, Bogor, Jumat (8/5/2026).
Menurut Safrizal, jika tren ini tak terkendali, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diprediksi penuh sebelum 2030. Dalam kesempatan itu, Safrizal menekankan empat prinsip lingkungan sebagaimana arahan presiden yakni, aman, sehat, resik, dan indah.
Baca juga: Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas 2–3 Tahun
Safrizal mengajak masyarakat menanam pohon, membudayakan 4R yakni, Reduce, Reuse, Recycle, Refuse, serta memulai pemilahan sampah dari rumah tangga. Selain itu, Safrizal juga menekankan pentingnya penanaman pohon untuk menjaga lingkungan.
“Setiap orang minimal sekali seumur hidup harus menanam pohon. Mari kita jadikan gerakan ini sebagai budaya baru,” ujarnya.
Lihat video: Tinjau Pengolahan Sampah: Prabowo Sebut Ini Jadi Contoh, Teknologi Sederhana Tapi Efektif
Safrizal juga menegaskan peran Satpol PP sebagai pelopor gerakan Indonesia Asri dengan pendekatan humanis dan persuasif, bukan sekadar penindakan. Safrizal meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) perkuat kebijakan lingkungan, penyediaan sarana pengelolaan sampah, dan ruang terbuka hijau.
“Kepada masyarakat pentingnya langkah sederhana membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai kategori serta menjaga kebersihan lingkungan, dan merawat fasilitas umum,” ucapnya.
Gerakan Indonesia Asri sebelumnya dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, dan kini mulai diimplementasikan secara nasional. Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim turut hadir dalam momentum tersebut. Pemerintah berharap gerakan ini menjadi budaya kebersihan baru, bukan sekadar seremoni.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, dalam pencanangan Gerakan Indonesia Asri di Situ Gede, Bogor, Jumat (8/5/2026).
Menurut Safrizal, jika tren ini tak terkendali, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diprediksi penuh sebelum 2030. Dalam kesempatan itu, Safrizal menekankan empat prinsip lingkungan sebagaimana arahan presiden yakni, aman, sehat, resik, dan indah.
Baca juga: Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas 2–3 Tahun
Safrizal mengajak masyarakat menanam pohon, membudayakan 4R yakni, Reduce, Reuse, Recycle, Refuse, serta memulai pemilahan sampah dari rumah tangga. Selain itu, Safrizal juga menekankan pentingnya penanaman pohon untuk menjaga lingkungan.
“Setiap orang minimal sekali seumur hidup harus menanam pohon. Mari kita jadikan gerakan ini sebagai budaya baru,” ujarnya.
Lihat video: Tinjau Pengolahan Sampah: Prabowo Sebut Ini Jadi Contoh, Teknologi Sederhana Tapi Efektif
Safrizal juga menegaskan peran Satpol PP sebagai pelopor gerakan Indonesia Asri dengan pendekatan humanis dan persuasif, bukan sekadar penindakan. Safrizal meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) perkuat kebijakan lingkungan, penyediaan sarana pengelolaan sampah, dan ruang terbuka hijau.
“Kepada masyarakat pentingnya langkah sederhana membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai kategori serta menjaga kebersihan lingkungan, dan merawat fasilitas umum,” ucapnya.
Gerakan Indonesia Asri sebelumnya dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, dan kini mulai diimplementasikan secara nasional. Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim turut hadir dalam momentum tersebut. Pemerintah berharap gerakan ini menjadi budaya kebersihan baru, bukan sekadar seremoni.
(cip)
Lihat Juga :