WBI dan DWP Dorong Perempuan Lestarikan Wastra Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Ia memiliki kekaguman yang besar terhadap kekayaan wastra Indonesia, dan selalu menambahkan sentuhan kain Indonesia dalam busana ciptaannya. Ribie bahkan melangkah lebih jauh dengan menginspirasi anak-anak, khususnya mereka yang berasaldari keluarga broken home, untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di dunia fesyen.
Pada kesempatan ini, DWP Kemenko Perenomian dan WBI juga mengajak pencinta budaya untuk mengunjungi Bazar For Charity yang diikuti oleh berbagai UMKM budaya di Gedung AA Maramis. Bazarfor Charity menghadirkan produk aksesoris, busana dan produk wastra Indonesia lainnya.
Pembeli tidak hanya bisa membeli aneka produk UMKM, tetapi turut berpatisipasi dalam gerakan kemanusiaan, karena 10% dari penjualan yang ada akan didonasikan kepada Rumah Harapan yang dikelola Melanie Subono.
Founder WBI Yanti Airlangga mengatakan, Hari Kartini bukan hanya sekadar seremoni mengenakan kebaya atau pakaian adat dan selebrasi yangpenuh kemeriahan. Sesungguhnya ada makna yang dalam setiap kita memperingati hari tersebut.
“Hari Kartini diharapkan bisa menjadi momen refleksi untuk melanjutkan perjuangan emansipasi dalam ruang lingkup yang lebih modern, tanpa melupakan warisan identitas yang dimiliki sebagai wanita Indonesia,” pungkasnya.
Pada kesempatan ini, DWP Kemenko Perenomian dan WBI juga mengajak pencinta budaya untuk mengunjungi Bazar For Charity yang diikuti oleh berbagai UMKM budaya di Gedung AA Maramis. Bazarfor Charity menghadirkan produk aksesoris, busana dan produk wastra Indonesia lainnya.
Pembeli tidak hanya bisa membeli aneka produk UMKM, tetapi turut berpatisipasi dalam gerakan kemanusiaan, karena 10% dari penjualan yang ada akan didonasikan kepada Rumah Harapan yang dikelola Melanie Subono.
Founder WBI Yanti Airlangga mengatakan, Hari Kartini bukan hanya sekadar seremoni mengenakan kebaya atau pakaian adat dan selebrasi yangpenuh kemeriahan. Sesungguhnya ada makna yang dalam setiap kita memperingati hari tersebut.
“Hari Kartini diharapkan bisa menjadi momen refleksi untuk melanjutkan perjuangan emansipasi dalam ruang lingkup yang lebih modern, tanpa melupakan warisan identitas yang dimiliki sebagai wanita Indonesia,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :