Pertemuan Mengharukan Xanana Gusmao dengan Jenderal Kopassus yang Pernah Menangkapnya
Minggu, 03 Mei 2026 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Xanana juga mengingat bahwa selama masa penahanan, dirinya diperlakukan secara manusiawi sebelum dipindahkan ke Bali dan Jakarta untuk menjalani proses interogasi.
Lihat video: Pererat Hubungan 2 Negara, KBRI Timor Leste Gelar Pengobatan Gratis di Dili
Pertemuan ini terwujud melalui komunikasi diplomatik yang difasilitasi oleh Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia, Roberto Soares, serta Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, dalam rangkaian pertemuan terkait delimitasi batas maritim Indonesia–Timor-Leste di Singapura.
“Mahidin Simbolon mendengar bahwa saya transit di Jakarta, lalu meminta kepada Duta Besar Roberto Soares agar dapat bertemu. Melalui komunikasi tersebut, akhirnya pertemuan ini bisa terlaksana,” kata Xanana.
Dalam suasana hangat, keduanya berbincang mengenai masa lalu, termasuk pengalaman di berbagai wilayah di Timor-Leste. Percakapan berlangsung dalam bahasa Tetun, mencerminkan kedekatan historis yang pernah terjalin. Meski memiliki latar belakang konflik, pertemuan ini menegaskan komitmen kedua tokoh untuk mengedepankan rekonsiliasi dan persahabatan.
“Semua ini dijalani dengan semangat persahabatan. Jika kita mengingat masa lalu, rasanya seperti saling memaafkan sehingga hati menjadi tenang. Itulah makna pertemuan hari ini,” ujar Xanana.
Lihat video: Pererat Hubungan 2 Negara, KBRI Timor Leste Gelar Pengobatan Gratis di Dili
Pertemuan ini terwujud melalui komunikasi diplomatik yang difasilitasi oleh Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia, Roberto Soares, serta Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, dalam rangkaian pertemuan terkait delimitasi batas maritim Indonesia–Timor-Leste di Singapura.
“Mahidin Simbolon mendengar bahwa saya transit di Jakarta, lalu meminta kepada Duta Besar Roberto Soares agar dapat bertemu. Melalui komunikasi tersebut, akhirnya pertemuan ini bisa terlaksana,” kata Xanana.
Dalam suasana hangat, keduanya berbincang mengenai masa lalu, termasuk pengalaman di berbagai wilayah di Timor-Leste. Percakapan berlangsung dalam bahasa Tetun, mencerminkan kedekatan historis yang pernah terjalin. Meski memiliki latar belakang konflik, pertemuan ini menegaskan komitmen kedua tokoh untuk mengedepankan rekonsiliasi dan persahabatan.
“Semua ini dijalani dengan semangat persahabatan. Jika kita mengingat masa lalu, rasanya seperti saling memaafkan sehingga hati menjadi tenang. Itulah makna pertemuan hari ini,” ujar Xanana.
Lihat Juga :