Pengamat Timur Tengah: Trump Incar Selat Hormuz sebagai Center Gravity Iran
Kamis, 30 April 2026 - 23:54 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Tabrani menyoroti pentingnya Selat Hormuz bagi keberlangsungan ekonomi dan operasi militer Iran. Ia menilai rencana blokade yang dilontarkan Trump bertujuan untuk melumpuhkan pendanaan bagi pasukan elite Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), dan proksi-proksinya seperti Hizbullah.
“Misalnya minyak ya kita lihat ternyata dari anggaran belanja militer Islamic Revolutionary Guard Corps kan, yang terdata itu kan 7,4 miliar US Dollar. Sementara yang tidak terdata itu ada 23 miliar US Dollar. Nah sisanya ini kira-kira 14 atau 15 miliar ini dari mana gitu. Nah itulah jualan minyak secara tidak terdeteksi melalui Selat Hormuz. Itu nanti IRGC bisa membiayai operasinya misalnya proxy di Hizbullah,” jelasnya.
Tabrani pun menyimpulkan bahwa tekanan ekonomi melalui pemblokiran jalur perdagangan jauh lebih efektif dibandingkan dengan serangan militer konvensional.
“Itu kan terbukti baru 15 hari ditutup oleh teriak-teriak di mana-mana gitu jadi rupanya dengan serangan bom itu enggak enggak ada pengaruhnya atau pengaruhnya sedikit sekali gitu. Tapi begitu ekonominya ditutup mulai itu teriak-teriak. Jadi kata Trump, Center Graffiti Selat Hormuz,” pungkasnya.
“Misalnya minyak ya kita lihat ternyata dari anggaran belanja militer Islamic Revolutionary Guard Corps kan, yang terdata itu kan 7,4 miliar US Dollar. Sementara yang tidak terdata itu ada 23 miliar US Dollar. Nah sisanya ini kira-kira 14 atau 15 miliar ini dari mana gitu. Nah itulah jualan minyak secara tidak terdeteksi melalui Selat Hormuz. Itu nanti IRGC bisa membiayai operasinya misalnya proxy di Hizbullah,” jelasnya.
Tabrani pun menyimpulkan bahwa tekanan ekonomi melalui pemblokiran jalur perdagangan jauh lebih efektif dibandingkan dengan serangan militer konvensional.
“Itu kan terbukti baru 15 hari ditutup oleh teriak-teriak di mana-mana gitu jadi rupanya dengan serangan bom itu enggak enggak ada pengaruhnya atau pengaruhnya sedikit sekali gitu. Tapi begitu ekonominya ditutup mulai itu teriak-teriak. Jadi kata Trump, Center Graffiti Selat Hormuz,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :