Diberkati Paus Fransiskus, Nilai Lukisan Denny JA Diprediksi Tembus Rp34 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 16:00 WIB
loading...
Diberkati Paus Fransiskus,...
Lukisan karya Denny JA menerima berkat dari Paus Fransiskus saat melintas di depan Galeri Nasional Jakarta. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Lukisan karya Denny JA menerima berkat dari Paus Fransiskus saat melintas di depan Galeri Nasional Jakarta pada September 2024. Saat ini, lukisan tersebut diperkirakan memiliki nilai hingga Rp34 miliar.

Estimasi tersebut disusun melalui pendekatan skenario pasar berbasis analisis kecerdasan buatan (AI), dengan membandingkan transaksi karya seni bertema religius di lelang internasional dalam periode 2015-2024.

Analisis ini disampaikan Akademisi dan Pengamat Budaya Satrio Arismunandar yang mengkaji peristiwa tersebut dari perspektif sejarah, sosiologi seni, dan ekonomi simbolik.

Berdasarkan dokumentasi dan kesaksian yang tersedia, peristiwa terjadi saat iring-iringan Paus melintas di depan Galeri Nasional Jakarta. Saat kendaraan melambat, sebuah lukisan karya Denny JA yang sedang dipamerkan diangkat oleh seorang pendeta bernama Sylvana.

Lihat video: Denny JA Pamerkan 188 Lukisan Artificial Intelligence Karyanya di Hotel

Lukisan tersebut menampilkan adegan simbolik seorang Paus mencuci kaki rakyat kecil—sebuah representasi kerendahan hati dalam tradisi Injil. Paus kemudian membuka jendela kendaraan, menyapa, mendoakan, dan memberikan berkat kepada lukisan tersebut.

Peristiwa berlangsung singkat dan tidak direncanakan. Dokumentasi visual tambahan masih diperlukan untuk memperkuat validasi historis kejadian ini.

Menurut Satrio, peristiwa tersebut berpotensi meningkatkan nilai karya melalui fenomena symbolic elevation, yakni peningkatan status karya akibat keterkaitannya dengan peristiwa historis.

"Lukisan ini memiliki beberapa lapisan nilai sekaligus: karya seni visual, simbol religius, artefak yang terkait peristiwa, dan narasi lintas iman," ujarnya dikutip Kamis (30/4/2026).

Lihat video: Umat Katolik Beri Penghormatan Untuk Paus Fransiskus di Gereja Katedral


Pendekatan ini merujuk pada konsep kapital simbolik dari Pierre Bourdieu, yang menekankan bahwa nilai karya seni tidak hanya ditentukan oleh aspek estetika, tetapi juga konteks sosial dan historis yang menyertainya.

Berdasarkan pemodelan AI, estimasi nilai lukisan dibagi dalam beberapa scenario yakni, Konservatif: USD150.000-400.000 (Rp2,5-6,5 miliar). Menengah: USD400.000-900.000 (Rp6,5-14 miliar), dan Premium: USD1-1,5 juta (Rp16-24 miliar). Sedangkan, skenario khusus pembeli hingga USD2 juta (sekitar Rp34 miliar).

Nilai tertinggi dinilai sangat bergantung pada faktor non-pasar, seperti keterikatan emosional, religius, serta relevansi narasi bagi kolektor tertentu.

Sebagai pembanding, karya bertema Vatikan dalam periode yang sama tercatat berada pada kisaran USD200.000 hingga USD1,8 juta di rumah lelang internasional.

Analisis juga menyoroti kekuatan narasi yang menyertai karya ini, antara lain: seniman berlatar belakang Muslim, subjek lukisan adalah pemimpin Katolik, tema kerendahan hati sebagai pesan universal, dan peristiwa terjadi secara spontan di ruang publik. Kombinasi tersebut dinilai memiliki daya tarik kuat dalam konteks dialog lintas iman dan berpotensi meningkatkan nilai di pasar global.

Denny JA dikenal sebagai figur multidisipliner yang aktif di bidang sastra, pemikiran sosial, dan konsultasi publik. Ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Energi. Pengalaman lintas bidang tersebut dinilai memperkaya konteks interpretasi atas karya-karyanya.

Estimasi nilai dalam analisis ini bersifat indikatif dan bukan harga transaksi final. Nilai aktual sangat bergantung pada kurasi dan eksposur internasional, kelengkapan dokumentasi, dan penilaian independen oleh kurator dan appraiser bersertifikat.

Verifikasi faktual tetap diperlukan untuk memastikan kekuatan narasi historis yang menjadi dasar valuasi. Lukisan ini menunjukkan bagaimana sebuah karya seni dapat mengalami peningkatan makna ketika terkait dengan peristiwa yang memiliki dimensi simbolik dan historis, sekaligus menegaskan peran seni sebagai medium dialog lintas budaya dan iman.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Denny JA Nilai Prabowo...
Denny JA Nilai Prabowo Sedang Bangun Fondasi Indonesia Baru
Yusril Tegaskan Pemerintah...
Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Larang Pemutaran Film Pesta Babi
Momen Anies Tanda Tangani...
Momen Anies Tanda Tangani Lukisan Karya Pelajar SMA saat Open House Lebaran
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
ART with HEART 2026...
ART with HEART 2026 Perluas Akses Seniman Difabel ke Dunia Seni dan Pasar Kreatif
Pameran Lukisan Wajah...
Pameran Lukisan Wajah 80 Tokoh
Bersaing dengan 10 Negara,...
Bersaing dengan 10 Negara, Seniman Asal Malang Raih Juara Colour4Life Asia Pacific
Rekomendasi
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved