Kekerasan Daycare di Yogyakarta, Selly PDIP: Tragedi Kegagalan Sistem Perlindungan Anak

Minggu, 26 April 2026 - 13:09 WIB
loading...
Kekerasan Daycare di...
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menuturkan kekerasan Daycare di Yogyakarta sebagai tragedi kegagalan sistem ruang perlindungan anak. Dia mengecam keras sekaligus segera lakukan pencabutan izin. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP Selly Andriany Gantina menuturkan kekerasan Daycare di Yogyakarta sebagai tragedi kegagalan sistem ruang perlindungan anak. Dia mengecam keras sekaligus segera lakukan pencabutan izin.

Dia mendorong kepolisian mengusut tuntas dan menjerat hukuman maksimal dengan hukuman berat dan maksimal sesuai UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga: Sahroni Desak Semua Pengurus Daycare Yogyakarta yang Terlibat dalam Dugaan Penganiayaan Anak Dipidana

“Fakta tentang ratusan anak menjadi korban dengan 53 di antaranya mendapatkan kekerasan fisik bukan sekadar angka, melainkan tragedi kemanusiaan yang menunjukkan adanya kegagalan serius dalam sistem pengawasan dan perlindungan anak di ruang-ruang pengasuhan formal,” ujar Selly, Minggu (26/4/2026).

Sebelumnya, kasus kekerasan Daycare di Yogyakarta heboh usai video viral sejumlah anak mendapatkan kekerasan muncul di dunia maya. Polresta Yogyakarta kini tengah menyidik kasus itu.

Selly melihat kasus ini mencerminkan adanya kelemahan sistem perizinan dan pengawasan yang lemah dalam lembaga penitipan anak (Daycare). “Tidak boleh ada institusi yang mengasuh anak tanpa standar operasional, sertifikasi tenaga pengasuh, serta audit berkala yang ketat,” ucapnya.

Mantan Plt Bupati Cirebon itu melihat adanya indikasi pembiaran sistemik yang menyebabkan jumlah korban besar. Artinya, praktik ini berlangsung tidak dalam waktu singkat, sehingga patut diduga adanya kelalaian pengawasan dari berbagai pihak terkait.

“Anak tidak boleh diposisikan sebagai objek komersialisasi tanpa jaminan keselamatan dan tumbuh kembang yang layak,” tegasnya.

Karena itu, mengutip ucapan Ketua DPR RI Puan Maharani, pihaknya menegaskan hukuman maksimal terhadap seluruh pelaku tanpa kompromi dengan penerapan pasal berlapis dalam kerangka Undang-Undang Perlindungan Anak.

Agar kejadian tak terulang, dia mendesak evaluasi total dan audit nasional terhadap seluruh Daycare di Indonesia, termasuk legalitas, standar operasional, serta kompetensi tenaga pengasuh.

Legislator Dapil Jabar VIII itu juga meminta Kementerian, Pemda, hingga Komnas Perlindungan Anak bergerak melakukan pendampingan psikososial menyeluruh bagi seluruh korban dan keluarga, karena dampak kekerasan terhadap anak bersifat jangka panjang.

Dengan pelibatan pemerintah daerah dan kementerian terkait, khususnya Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak emperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap kekerasan anak.

“Anak adalah kelompok paling rentan yang wajib dilindungi secara total baik oleh keluarga, masyarakat, maupun negara,” katanya.

Dia mengingatkan peristiwa ini harus menjadi momentum koreksi besar bahwa keamanan anak tidak bisa diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar, tetapi harus dijamin melalui regulasi ketat dan pengawasan aktif negara.

“Jika 103 anak bisa menjadi korban tanpa terdeteksi sejak awal, maka yang gagal bukan hanya satu lembaga, tetapi sistem secara keseluruhan,” kata Selly.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
8 Platform Patuhi PP...
8 Platform Patuhi PP Tunas, Komdigi Deadline hingga Juni 2026
Presiden Prabowo Janji...
Presiden Prabowo Janji Bangun Daycare untuk Buruh
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Rekomendasi
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Berita Terkini
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved