Laznas Dewan Dakwah Luncurkan Program Kurban 1447 Hijriah
Jum'at, 24 April 2026 - 20:29 WIB
loading...
Laznas Dewan Dakwah meluncurkan program Kurban 1447 Hijriah yang menjadi simbol optimisme umat, dan memperluas distribusi kurban ke wilayah terpencil dan mancanegara. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Dewan Dakwah meluncurkan program Kurban 1447 Hijriah bertajuk Bismillah Bisa Qurban. Program ini menjadi simbol optimisme umat di tengah tekanan ekonomi, sekaligus komitmen memperluas distribusi kurban hingga ke wilayah terpencil dan mancanegara.
Program ini dirancang untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Sehingga umat Islam di Tanah Air diajak tetap berikhtiar menunaikan ibadah kurban meski di tengah keterbatasan.
Baca juga: Ketentuan Hewan Kurban untuk Iduladha yang Sesuai Syariat
“Di tengah harga kebutuhan yang meningkat dan tantangan pekerjaan yang makin berat, kita harus tetap yakin. Dengan mengucap bismillah bisa qurban, kita percaya Allah akan menolong niat tulus untuk berbagi,” ujar Ketua Panitia Kurban Laznas Dewan Dakwah 1447 H, Eka dalam peluncuran program, Jumat (24/4/2026).
Pada tahun ini pelaksanaannya dititikberatkan pada pemerataan distribusi daging kurban, terutama bagi masyarakat yang selama ini sulit mendapat daging kurban. Eka menegaskan bahwa kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan instrumen kepedulian sosial.
“Masih ada masyarakat di pedalaman yang belum pernah merasakan daging kurban, bahkan belum memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat. Di wilayah pinggiran kota, termasuk Jabodetabek, masih banyak yang belum kebagian setiap Iduladha,” katanya.
Sejumlah skema program disiapkan, antara lain kurban pedalaman yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan akses terbatas.
Baca juga: Inilah yang Utama dan yang Makruh dari Hewan Kurban Iduladha
Kedua, kurban pinggir kota yang menghubungkan donatur dengan masyarakat penerima manfaat di wilayah urban marjinal.
Ketiga, kurban mancanegara di mana penyalurannya dilakukan ke wilayah terdampak krisis seperti Palestina, Suriah, Rohingya, Yaman, hingga Afrika.
Sedangkan keempat yakni bundling sumur air bersih dengan integrasi kurban dengan program penyediaan air bersih di desa-desa yang membutuhkan.
Sementara itu, Direktur Bidang Penghimpunan dan Pendayagunaan Laznas Dewan Dakwah, Ramdani mengakui tantangan pengadaan hewan kurban tahun ini semakin kompleks.
“Kami harus bekerja ekstra, dan doanya juga harus ekstra. Strategi terus kami siapkan agar pengadaan sapi dan kambing, baik di pedalaman, luar negeri, maupun perkotaan, dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Diaberharap masyarakat, mitra, dan tokoh publik bisa berkolaborasi dalam memperluas manfaat kurban. Sehingga diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang selama ini belum pernah merasakan daging kurban di Hari Raya Iduladha.
Program ini dirancang untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Sehingga umat Islam di Tanah Air diajak tetap berikhtiar menunaikan ibadah kurban meski di tengah keterbatasan.
Baca juga: Ketentuan Hewan Kurban untuk Iduladha yang Sesuai Syariat
“Di tengah harga kebutuhan yang meningkat dan tantangan pekerjaan yang makin berat, kita harus tetap yakin. Dengan mengucap bismillah bisa qurban, kita percaya Allah akan menolong niat tulus untuk berbagi,” ujar Ketua Panitia Kurban Laznas Dewan Dakwah 1447 H, Eka dalam peluncuran program, Jumat (24/4/2026).
Pada tahun ini pelaksanaannya dititikberatkan pada pemerataan distribusi daging kurban, terutama bagi masyarakat yang selama ini sulit mendapat daging kurban. Eka menegaskan bahwa kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan instrumen kepedulian sosial.
“Masih ada masyarakat di pedalaman yang belum pernah merasakan daging kurban, bahkan belum memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat. Di wilayah pinggiran kota, termasuk Jabodetabek, masih banyak yang belum kebagian setiap Iduladha,” katanya.
Sejumlah skema program disiapkan, antara lain kurban pedalaman yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan akses terbatas.
Baca juga: Inilah yang Utama dan yang Makruh dari Hewan Kurban Iduladha
Kedua, kurban pinggir kota yang menghubungkan donatur dengan masyarakat penerima manfaat di wilayah urban marjinal.
Ketiga, kurban mancanegara di mana penyalurannya dilakukan ke wilayah terdampak krisis seperti Palestina, Suriah, Rohingya, Yaman, hingga Afrika.
Sedangkan keempat yakni bundling sumur air bersih dengan integrasi kurban dengan program penyediaan air bersih di desa-desa yang membutuhkan.
Sementara itu, Direktur Bidang Penghimpunan dan Pendayagunaan Laznas Dewan Dakwah, Ramdani mengakui tantangan pengadaan hewan kurban tahun ini semakin kompleks.
“Kami harus bekerja ekstra, dan doanya juga harus ekstra. Strategi terus kami siapkan agar pengadaan sapi dan kambing, baik di pedalaman, luar negeri, maupun perkotaan, dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Diaberharap masyarakat, mitra, dan tokoh publik bisa berkolaborasi dalam memperluas manfaat kurban. Sehingga diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang selama ini belum pernah merasakan daging kurban di Hari Raya Iduladha.
(shf)
Lihat Juga :