Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Salam Silaturahmi ke Menag Nasaruddin Umar

Selasa, 14 April 2026 - 16:32 WIB
loading...
Jelang Muktamar ke-35...
Pengurus Pondok Pesantren Mambauul Maarif Jombang KH Abdussalam Shohib, dikenal Gus Salam bersilaturahmi ke Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Pengurus Pondok Pesantren Mambau'ul Ma'arif Jombang KH Abdussalam Shohib, dikenal Gus Salam bersilaturahmi ke Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar . Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta Pusat.

Gus Salam tiba dan diterima Menag di ruang kerjanya sekitar jam 12:00 WIB. Gus Salam keluar dari kantor Kemenag sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saya ingin silaturrohim ke Pak Menteri Nasaruddin Umar. Beliau telah berkhidmat di NU sejak muda di daerahnya, hingga sekarang berkhidmat sebagai Rais PBNU,” kata Gus Salam, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Di Halalbihalal IKA PMII, Gus Salam Umumkan Maju Jadi Calon Ketum PBNU

Menurut Gus Salam, silaturahmi ini untuk menemui tokoh NU yang telah berkhidmat di jam’iyyah lebih dari 40 tahun. “Ya, beliau kan kiai-ulama NU yang ditakdirkan mendapat tugas sebagai Menteri Agama. Kita sebagai santri sepatutnya sowan, ngaji-belajar dan berdiskusi dengan beliau,” katanya.

Menurut Gus Salam, sosok Nasaruddin memiliki pengalaman organisasi dan khidmah di bidang sosial keagamaan yang luas dan matang. Termasuk dikenal sebagai sesepuh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII).

"Beliau pernah menjadi Katib Aam PBNU tahun 2004-2009, mendampingi Rais Aam, Allah Yarham Dr (HC) KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudh," ucapnya.

Gus Salam menyampaikan keprihatinan Nasaruddin Umar sebagaimana yang dirasakan para sesepuh NU yang lain atas situasi PBNU saat ini. "Kita merasakannya belum pernah terjadi sepanjang berdirinya NU,” ucapnya.

Lihat video: Hadiri Peringatan Satu Abad NU, Presiden Prabowo Berjanji Akan Turunkan Biaya Haji


Gus Salam menambahkan, Menag Nasaruddin Umar berharap agar ada rekonsiliasi; memulihkan hubungan di antara petinggi, pengurus, dan kader NU dengan mengabaikan perbedaan serta ego personal dan kelompok.

“Beliau meminta agar ada kesungguhan dari semuanya untuk merajut kembali kebersamaan demi mengembalikan marwah, wibawa dan khidmah perjuangan NU di tengah-tengah umat,” ungkapnya.

Menurut Gus Salam, Nasaruddin Umar memantau persiapan PBNU dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU dan berharap proses pergantian kepemimpinan PBNU melalui Muktamar nanti dilaksanakan secara sehat, terbuka, dan mengedepankan etika dalam berorganisasi dan berdemokrasi.

“Agar dibuka ruang seluas-luasnya bagi kader NU yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk meraih kepercayaan Nahdliyyin, dipilih menjadi pimpinan PBNU selanjutnya oleh peserta muktamar,” ungkapnya.

“Prof. Nasaruddin juga berharap, pada muktamar nanti bisa terpilih pemimpin NU yang jujur, amanah, luwes, dan berintegritas,” tambahnya.

Gus Salam tidak menampik adanya kepentingan khusus bertemu dengan Nasaruddin Umar, di ruang kerjanya. Gus Salam mengaku kedatangannya bertemu Menag untuk meminta izin bisa silaturahmi dengan pimpinan NU di wilayah dan cabang yang sebagiannya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Kemenag RI.

“Saya minta izin Pak Menag untuk bisa bersilaturahmi dengan pimpinan PWNU dan PCNU yang sebagiannya ASN dan pejabat Kemenag. Saya juga mohon pamit dan restu kepada Pak Nasar. Karena saya kan diminta oleh para guru-kiai dan diperintah berikhtiar untuk mendapatkan kepercayaan pengurus PW-PCNU sebagai calon Ketua Umum PBNU, mendatang,” sambungnya.

Gus Salam mengaku mendapat banyak nasihat dan berencana silaturahmi dengan PWNU-PCNU di luar Jawa dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah. Saya mendapat banyak nasihat dari Pak Nasar sebagai sesepuh dan kader senior NU. Semua yang beliau sampaikan, sangat berharga bagi pribadi saya,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Rekomendasi
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved