Di Halalbihalal IKA PMII, Gus Salam Umumkan Maju Jadi Calon Ketum PBNU

Senin, 13 April 2026 - 06:54 WIB
loading...
Di Halalbihalal IKA...
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma’arif KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) menyatakan kesiapannya maju di Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma’arif KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) menyatakan kesiapannya maju di Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu disampaikan Gus Salam saat halalbihalal dengan tema “Meneguhkan Khidmah Untuk Umat dan Bangsa” yang digelar Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (IKA PMII) Jombang.

Kehadiran cucu Mbah Bishri Syansuri; salah satu muassis NU di Al-Aqobah International Schoole (AIS) PP Al-Aqobah, Jombang merupakan kejutan. Tampil dengan kemeja biru muda keabu-abuan dipadu sarung motif batik, Gus Salam memperkenalkan diri sebagai calon Ketua Umum (Ketum) PBNU. Pernyataan tersebut langsung disambut audiens IKA PMII.

Baca juga: Muktamar PBNU 2026 Digelar Agustus, Ini Daftar Panitianya

"Saya diperintah para kiai saya untuk berikhtiar menjadi Ketum PBNU dalam gelaran Muktamar ke-35 NU Agustus-September nanti," kata Gus Salam, Senin (13/4/2026).



Gus Salam menambahkan, keputusan ini merupakan upaya dalam menjalankan perintah para guru, sesepuh dan masyayikh pesantren dan NU

“Ini soal niat, menata niat ikut kandidat calon Ketua Umum PBNU. Saya sam’an wa tho’atan, memenuhibperintah para guru," ucapnya.

Baca juga: PBNU Dorong Gerakan Peningkatan Ketahanan Sosial Masyarakat

Kendati Gus Salam tidak menjelaskan alasan dari perintah para kiai dan gurunya untuk maju menjadi Ketum PBNU, Gus Salam menyebut, para intelektual NU dan Nahdliyyin pasti sudah mengetahui, bahkan memahami tentang kondisi PBNU dan NU secara umum pada beberapa tahun terakhir.

“Di hadapan para kiai dan intelektual NU, saya hanya mohon do’a restu dan nasehat. Serta, berharap ada masukan saran pendapat demi kelancaran bisa memenuhi perintah untuk maju menjadi Ketua Umum PBNU," tegas Gus Salam.

Ketua PC IKA PMII Jombang KH Amir Maliki Abi Thalchah mengapresiasi niat baik Gus Salam maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU. kelak. Kiai Amir menceritakan dirinya sebagai putra almarhum Mustasyar PBNU dan selalu aktif setiap event Muktamar NU.

“Semangat NU kembali ke dzurriyah perlu direfleksikan sesuai konteks dan tujuannya. NU sekarang babak belur karena ulah para pemimpinnya. Maka, NU harus dikembalikan pada garis perjuangannya, dan mengonsolidasi para eksponen NU untuk menguatkan struktur serta mengembalikan kebanggaan Nahdliyyin terhadap jam’iyyah,” ujarnya.

"Gus Salam merupakan cucu muassis Hadratussyeikh KH Bishri Syansuri. Ini sanad terkuat, level cucu. Apalagi, Gus Salam ini sangat berpengalaman, kiai muda, energik dan mudah diterima di lingkungan NU," paparnya.

Pengasuh PP Al-Aqobah sesepuh IKA PMII Jombang KH Junaidi Hidayat mengatakan, terkait komunikasinya dengan petinggi PBNU dan tokoh NU yang kebetulan wali santri di pesantrennya. Mereka banyak gelisah atas dinamika PBNU yang gaduh dan terlilit banyak masalah. Baginya, perubahan PBNU ke depan dilakukan seiring dengan pergantian para pemimpinnya.

“Saya senang. Akhirnya, para dzurriyah muassis NU bisa merasakan kegelisahan itu. Bahkan, tumbuh kewajiban untuk mengembalikan NU pada madzhab dan jalur perjuangannya. Kita do’akan Gus Salam diberi kekuatan dan kemudahan menjalankan perintah; berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU,” ucapnya.

Kiai Jun, biasa disapa mengajak seluruh kader dan jejaring IKA PMII untuk mengawal NU.

"Jangan lupa, semua jejaring kader dengan visi yang sama untuk NU, perlu dikonsolidasi dan digerakkan. Terutama, jejaring IKA PMII yang tersebar di seluruh Indonesia harus turut mengawal perjalanan NU. Karena, IKA PMII terlahir dari NU dan berkewajiban khidmad di dalam NU," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Rekomendasi
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Deretan Catatan Bersejarah...
Deretan Catatan Bersejarah Meksiko Usai Singkirkan Ekuador di Piala Dunia 2026
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Berita Terkini
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
KPK Panggil Lagi Bos...
KPK Panggil Lagi Bos Maktour Fuad Hasan terkait Kasus Kuota Haji
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved