Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Resmi Dibuka, Menag Tegaskan Pentingnya Peran Organisasi Keagamaan
Minggu, 12 April 2026 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Muktamar XXI juga menjadi ruang konsolidasi nasional bagi seluruh kader untuk memperkuat arah gerakan organisasi di tengah dinamika global, termasuk transformasi digital, perubahan sosial, dan tantangan ekonomi umat yang semakin kompleks.
Selain itu, dinamika yang sempat terjadi di lapangan, termasuk terkait penertiban atribut Muktamar, telah diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif.
“Seluruh dinamika telah diselesaikan dengan baik melalui dialog. Saat ini seluruh tahapan Muktamar berjalan sesuai rencana dan dalam kondisi kondusif,” jelas Asep Rohmatulloh.
Muktamar ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan ke depan, termasuk penguatan kelembagaan, kaderisasi, serta kontribusi nyata Mathla’ul Anwar dalam kehidupan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Ke depan, Mathla’ul Anwar diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Muktamar ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan arah kebijakan yang mampu menjawab tantangan zaman dan memperkuat peran umat dalam membangun bangsa,” katanya.
Selain itu, dinamika yang sempat terjadi di lapangan, termasuk terkait penertiban atribut Muktamar, telah diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif.
“Seluruh dinamika telah diselesaikan dengan baik melalui dialog. Saat ini seluruh tahapan Muktamar berjalan sesuai rencana dan dalam kondisi kondusif,” jelas Asep Rohmatulloh.
Muktamar ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan ke depan, termasuk penguatan kelembagaan, kaderisasi, serta kontribusi nyata Mathla’ul Anwar dalam kehidupan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Ke depan, Mathla’ul Anwar diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Muktamar ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan arah kebijakan yang mampu menjawab tantangan zaman dan memperkuat peran umat dalam membangun bangsa,” katanya.
(rca)
Lihat Juga :