Menunda Pilkada Dinilai Bukan Berarti Gagal Berdemokrasi

Sabtu, 19 September 2020 - 06:01 WIB
loading...
Menunda Pilkada Dinilai...
Jalannya pilkada serentak 2020 ini mulai menuai kritik. Sejumlah kalangan mulai mengkhawatirkan tingginya penyebaran virus Sars Cov-II pada tahapan ini. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jalannya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 ini mulai menuai kritik. Sejumlah kalangan mulai mengkhawatirkan tingginya penyebaran virus Sars Cov-II pada tahapan pesta demokrasi di 270 daerah.

(Baca juga: Rekor! Sehari 4.088 Orang Sembuh dari Covid-19)

Dalam data yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU), ada 60 bakal calon kepala daerah yang positif Covid-19 (virus Corona). Kabar terbaru Ketua KPU Arief Budiman positif Covid-19. Arief menyusul temannya yang lebih dulu terinfeksi, Evi Novida Ginting.

(Baca juga: Bertambah 114 Orang, Total 9.336 Orang Meninggal Akibat Covid-19)

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadil Ramadhanil mendesak KPU, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan pemerintah segera berkoordinasi dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 mengenai risiko penularan dan update penanganan Covid-19.

"Mendesak KPU, DPR, dan Pemerintah, untuk membuat indikator yang terukur, berbasiskan data, dan informasi dari Satgas Penanganan Covid-19. Daerah mana saja dari 270 daerah yang siap dan aman untuk melaksanakan pilkada," kata Fadil dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, langkah itu untuk memastikan pelaksanaan pilkada tidak menjadi titik penyebaran Covid-19 yang lebih luas. Perludem meminta pemerintah, DPR, dan KPU untuk mempertimbangkan pilihan menunda tahapan pilkada.

Alasannya, penyebaran Corona terus meningkat dan dapat mengancam siapa saja. Data terbaru Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah orang yang terpapar 236.519, sembuh 170.774, dan meninggal dunia 9.336 orang.

Fadil mengatakan pemerintah harus menjamin, mengutamakan, dan memastikan keselamatan nyawa setiap warga negara. Perludem menyebut pelaksanaan pilkada serentak 2020 telah secara nyata mengancam keselamatan jiwa banyak orang.

"Penundaan pelaksanaan pilkada di sebagian daerah atau bahkan seluruh daerah pemilihan sangat dimungkinkan secara hukum. Oleh sebab itu, yang dinanti saat ini adalah pilihan kebijakan mana yang akan diambil oleh KPU, Pemerintah, dan DPR," tuturnya.

Perludem menegaskan, menunda tahapan pilkada bukan berarti Indonesia gagal berdemokrasi. "Melainkan menunjukkan sikap cepat tanggap membaca situasi dan mengedepankan kesehatan publik," pungkas Fadil.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Feri Amsari Dipolisikan,...
Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago: Negara Demokrasi 'Dewanya' Itu Kebebasan
Todung Mulya Lubis Jadi...
Todung Mulya Lubis Jadi Kuasa Hukum Saiful Mujani di Kasus Dugaan Makar
Puspoll Nilai Parliamentary...
Puspoll Nilai Parliamentary Threshold Perlu Formula Seimbang antara Stabilitas dan Demokrasi
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekomendasi
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Berita Terkini
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved