MUI Serukan Stop Perang, Desak AS-Israel Akhiri Konflik
Senin, 06 April 2026 - 22:04 WIB
loading...
A
A
A
Berikut poin-poin utama taujihat MUI:
1. Mengutuk keras segala bentuk agresi militer, invasi, dan kekerasan terhadap negara berdaulat, warga sipil, dan fasilitas publik.
2. Menyerukan negara-negara dunia untuk mengambil langkah konkret melalui tekanan politik, diplomatik, dan ekonomi guna menghentikan perang.
3. Menegaskan pentingnya penegakan hukum atas pelanggaran HAM dan hukum humaniter internasional tanpa standar ganda.
4. Mendesak PBB menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan agresi dan kejahatan perang.
5. Meminta perlindungan maksimal bagi warga sipil, tenaga medis, jurnalis, dan pasukan penjaga perdamaian.
6. Menolak praktik politik kekuasaan yang eksploitatif dan hegemonik.
7. Mengajak negara-negara OKI memperkuat persatuan umat Islam dan solidaritas global.
8. Meminta pemerintah Indonesia mengambil kebijakan strategis menghadapi dampak krisis energi akibat konflik.
9. Mendorong masyarakat Indonesia mengawal kebijakan negara terkait krisis energi.
10. Mengajak umat Islam dan masyarakat dunia memperkuat solidaritas kemanusiaan serta mendoakan penghentian kezaliman.
MUI menegaskan bahwa taujihat ini sejalan dengan ajaran Islam, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta amanat Pembukaan UUD 1945 yang menekankan pentingnya perdamaian dunia.
"Melalui seruan ini, MUI mengajak seluruh elemen masyarakat internasional untuk bersatu menghentikan perang dan membangun tatanan dunia yang adil, setara, serta menghormati kedaulatan setiap bangsa," kata Kiai Marsudi.
1. Mengutuk keras segala bentuk agresi militer, invasi, dan kekerasan terhadap negara berdaulat, warga sipil, dan fasilitas publik.
2. Menyerukan negara-negara dunia untuk mengambil langkah konkret melalui tekanan politik, diplomatik, dan ekonomi guna menghentikan perang.
3. Menegaskan pentingnya penegakan hukum atas pelanggaran HAM dan hukum humaniter internasional tanpa standar ganda.
4. Mendesak PBB menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan agresi dan kejahatan perang.
5. Meminta perlindungan maksimal bagi warga sipil, tenaga medis, jurnalis, dan pasukan penjaga perdamaian.
6. Menolak praktik politik kekuasaan yang eksploitatif dan hegemonik.
7. Mengajak negara-negara OKI memperkuat persatuan umat Islam dan solidaritas global.
8. Meminta pemerintah Indonesia mengambil kebijakan strategis menghadapi dampak krisis energi akibat konflik.
9. Mendorong masyarakat Indonesia mengawal kebijakan negara terkait krisis energi.
10. Mengajak umat Islam dan masyarakat dunia memperkuat solidaritas kemanusiaan serta mendoakan penghentian kezaliman.
MUI menegaskan bahwa taujihat ini sejalan dengan ajaran Islam, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta amanat Pembukaan UUD 1945 yang menekankan pentingnya perdamaian dunia.
"Melalui seruan ini, MUI mengajak seluruh elemen masyarakat internasional untuk bersatu menghentikan perang dan membangun tatanan dunia yang adil, setara, serta menghormati kedaulatan setiap bangsa," kata Kiai Marsudi.
(abd)
Lihat Juga :