Arus Mudik dan Balik 2026 Lancar, Korlantas Polri Raih Presisi Award dari Lemkapi
Senin, 06 April 2026 - 19:22 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan memberikan penghargaan kepada Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan Polri dalam membuat terobosan rekayasa lalu lintas saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 banyak diapresiasi berbagai kalangan. Banyak pihak yang memuji kinerja jajaran Korps Bhayangkara.
Terobosan tersebut membuat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kebijakan Korlantas Polri meningkat. Berdasarkan hasil survei Lemkapi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kebijakan pelayanan berada pada angka 92,1%.
Baca juga: Lebaran 2026: Pola Perjalanan Masyarakat ASEAN Mulai Berubah
"Kami melihat kebijakan Polri dalam pengamanan yang menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas di berbagai tempat banyak dipuji masyarakat," ujar Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan usai memberikan penghargaan kepada Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Namun, anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini mengakui masih ada keluhan di berbagai daerah yang perlu dibenahi dan terus dilakukan peningkatan agar pengamanan mudik semakin baik lagi.
Berdasarkan hasil pengamatan dan survei lapangan terhadap pemudik di berbagai wilayah yang dilaksanakan pada 24-31 Maret 2026, berbagai terobosan dilakukan Korlantas Polri bersama unsur terkait pada jalur mudik mulai dari one way nasional dan one way lokal serta kebijakan contraflow.
Penasihat Ahli Kapolri ini menyebutkan koordinasi Kapolri, Kakorlantas Polri bersama pihak terkait seperti Jasa Marga, ASDP ditambah kesadaran masyarakat yang tertib dalam berlalu lintas menjadi kunci kesuksesan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
"Kita melihat walau jumlah pemudik tahun ini melonjak tajam, tapi penanganan mudik justru tertangani dengan baik," katanya.
Dosen Pengajar Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Bhayangjara Jakarta ini menambahkan, dari hasil riset yang dilakukannya, jumlah pemudik 2026 diperkirakan terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah pemudik berada di kisaran 143 juta orang merata di seluruh indonesia.
"Semua personel kepolisian sibuk melayani masyarakat yang mudik. Kesibukan mudik tertinggi berada di Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan," ucapnya.
Penulis buku-buku hukum dan politik kepolisian ini menuturkan berbagai capaian dalam Operasi Ketupat 2026 ini semoga tak membuat Polri tidak cepat berpuas diri. Sebaliknya terus tingkatkan kinerja agar kehadiran Polri semakin dirasakan masyarakat sebagai pelayanan, pelindung, dan pengayom masyarakat.
"Kita sampaikan apresiasi terhadap kinerja Kapolri dan seluruh jajaran Polri, instansi terkait dan masyarakat yang sudah tertib berlalu lintas," kata Ketua Prodi Magister Hukum ini.
Terobosan tersebut membuat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kebijakan Korlantas Polri meningkat. Berdasarkan hasil survei Lemkapi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kebijakan pelayanan berada pada angka 92,1%.
Baca juga: Lebaran 2026: Pola Perjalanan Masyarakat ASEAN Mulai Berubah
"Kami melihat kebijakan Polri dalam pengamanan yang menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas di berbagai tempat banyak dipuji masyarakat," ujar Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan usai memberikan penghargaan kepada Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Namun, anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini mengakui masih ada keluhan di berbagai daerah yang perlu dibenahi dan terus dilakukan peningkatan agar pengamanan mudik semakin baik lagi.
Berdasarkan hasil pengamatan dan survei lapangan terhadap pemudik di berbagai wilayah yang dilaksanakan pada 24-31 Maret 2026, berbagai terobosan dilakukan Korlantas Polri bersama unsur terkait pada jalur mudik mulai dari one way nasional dan one way lokal serta kebijakan contraflow.
Penasihat Ahli Kapolri ini menyebutkan koordinasi Kapolri, Kakorlantas Polri bersama pihak terkait seperti Jasa Marga, ASDP ditambah kesadaran masyarakat yang tertib dalam berlalu lintas menjadi kunci kesuksesan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
"Kita melihat walau jumlah pemudik tahun ini melonjak tajam, tapi penanganan mudik justru tertangani dengan baik," katanya.
Dosen Pengajar Fakultas Hukum Pascasarjana Universitas Bhayangjara Jakarta ini menambahkan, dari hasil riset yang dilakukannya, jumlah pemudik 2026 diperkirakan terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah pemudik berada di kisaran 143 juta orang merata di seluruh indonesia.
"Semua personel kepolisian sibuk melayani masyarakat yang mudik. Kesibukan mudik tertinggi berada di Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan," ucapnya.
Penulis buku-buku hukum dan politik kepolisian ini menuturkan berbagai capaian dalam Operasi Ketupat 2026 ini semoga tak membuat Polri tidak cepat berpuas diri. Sebaliknya terus tingkatkan kinerja agar kehadiran Polri semakin dirasakan masyarakat sebagai pelayanan, pelindung, dan pengayom masyarakat.
"Kita sampaikan apresiasi terhadap kinerja Kapolri dan seluruh jajaran Polri, instansi terkait dan masyarakat yang sudah tertib berlalu lintas," kata Ketua Prodi Magister Hukum ini.
(jon)
Lihat Juga :