Lagi, 3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon, Menlu Desak PBB Jamin Keamanan Penjaga Perdamaian
Sabtu, 04 April 2026 - 23:53 WIB
loading...
Menlu Sugiono mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan jaminan keamanan bagi prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Lebanon. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan jaminan keamanan bagi prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Lebanon. Desakan itu menyusul rentetan insiden yang menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda.
Sugiono mengungkapkan, pemerintah telah menerima laporan terbaru terkait tiga prajurit TNI yang mengalami luka saat menjalankan misi di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tersebut masih dalam proses investigasi oleh pihak misi PBB.
"Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL," ungkap Menlu kepada awak media di VIP Room, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Sugiono menjelaskan Pemerintah Indonesia melalui perwakilan tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat darurat tak lama setelah insiden pertama terjadi. Permintaan tersebut disetujui oleh Prancis selaku penanggung jawab isu Lebanon di Dewan Keamanan.
"Kemudian juga Pemerintah Republik Indonesia lewat perwakilan tetap kita di New York, satu hari setelah insiden yang pertama meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan rapat dan pada waktu itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan itu menyetujui untuk menyelenggarakan rapat luar biasa Dewan Keamanan yang intinya, pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL," katanya.
Lihat video: Tangis Pecah di Bandara Soetta, Tiga Prajurit TNI Gugur Disambut Haru Keluarga
Dalam forum tersebut, Indonesia juga menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.
"Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian. Oleh karena itu, hal seperti ini, ya kalau kita ngomong tidak seharusnya, tidak seharusnya terjadi tetapi kenyataannya ini terjadi," tegasnya.
Menlu menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi pasukan penjaga perdamaian, mengingat mandat mereka bukan untuk berperang, melainkan menjaga stabilitas.
"Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ya," katanya.
"Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga. Dan ini juga merupakan mandat dari PBB ya, peace keeping ini," tambahnya.
Sugiono menegaskan Indonesia juga meminta PBB untuk mengevaluasi aspek keselamatan seluruh pasukan penjaga perdamaian, khususnya yang bertugas di UNIFIL.
"Oleh karena itu kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada khususnya di UNIFIL ini. Kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka," ucapnya.
Sugiono mengungkapkan, pemerintah telah menerima laporan terbaru terkait tiga prajurit TNI yang mengalami luka saat menjalankan misi di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tersebut masih dalam proses investigasi oleh pihak misi PBB.
"Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL," ungkap Menlu kepada awak media di VIP Room, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Sugiono menjelaskan Pemerintah Indonesia melalui perwakilan tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat darurat tak lama setelah insiden pertama terjadi. Permintaan tersebut disetujui oleh Prancis selaku penanggung jawab isu Lebanon di Dewan Keamanan.
"Kemudian juga Pemerintah Republik Indonesia lewat perwakilan tetap kita di New York, satu hari setelah insiden yang pertama meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan rapat dan pada waktu itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan itu menyetujui untuk menyelenggarakan rapat luar biasa Dewan Keamanan yang intinya, pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL," katanya.
Lihat video: Tangis Pecah di Bandara Soetta, Tiga Prajurit TNI Gugur Disambut Haru Keluarga
Dalam forum tersebut, Indonesia juga menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.
"Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian. Oleh karena itu, hal seperti ini, ya kalau kita ngomong tidak seharusnya, tidak seharusnya terjadi tetapi kenyataannya ini terjadi," tegasnya.
Menlu menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi pasukan penjaga perdamaian, mengingat mandat mereka bukan untuk berperang, melainkan menjaga stabilitas.
"Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ya," katanya.
"Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga. Dan ini juga merupakan mandat dari PBB ya, peace keeping ini," tambahnya.
Sugiono menegaskan Indonesia juga meminta PBB untuk mengevaluasi aspek keselamatan seluruh pasukan penjaga perdamaian, khususnya yang bertugas di UNIFIL.
"Oleh karena itu kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada khususnya di UNIFIL ini. Kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :