Dosen Fikes UNAS, Raih Gelar Doktor Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat
Jum'at, 18 September 2020 - 20:06 WIB
loading...
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional Siti Syamsiah, berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat di Universitas Andalas, Padang, Selasa (15/9/2020).
A
A
A
JAKARTA - Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional Siti Syamsiah, berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat di Universitas Andalas, Padang, Selasa (15/9/2020). Perempuan kelahiran Banjarmasin 7 September 1974 itu mengangkat disertasi yang berjudul “Model Prediksi Perilaku Kesehatan Berdasarkan Literasi Kesehatan Pada Ibu Dengan Anak Obesitas”.
Dalam keterangannya, Syamsiah mengatakan penelitiannya bertujuan untuk mengetahui model prediksi perilaku kesehatan berdasarkan literasi kesehatan pada ibu dengan anak obesitas. Menurutnya, obesitas pada anak sangat terkait dengan peran atau fungsi health literacy pada orang tua.
Ia juga menjelaskan bahwa peran aktif keluarga sangat dibutuhkan untuk memantau dan mengendalikan berat badan anak agar tidak berada pada obesitas. Hal tersebut, katanya, bisa dilakukan dengan membangun gaya pengasuhan dan manajemen melalui pemberian diet yang direkomendasikan pada anak dan menjaga kebiasaan gaya hidup anak melalui aktivitas fisik yang baik.
“Disertasi ini fokus pada upaya orang tua dalam hal ini ibu dan ayah dalam konteks keluarga, dituntut untuk mampu berperan secara lebih maksimal dalam memiliki kapasitas untuk mendapatkan, mengelola dan memahami informasi kesehatan secara mendasar dan layanan yang dibutuhkan untuk kesehatan yang tepat bagi anak-anaknya supaya terhindar dari obesitas,” kata Syamsiah.
Ia melanjutkan, upaya yang efektif dalam pencegahan dan menekan angka kejadian obesitas pada anak adalah fungsi dan peran health literacy pada orang tua. Dikemukakannya, bahwa health literacy merupakan keterampilan, pengetahuan dan motivasi untuk mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan dalam bentuk yang berbeda. Untuk membentuk penilaian dan pengambilan keputusan dalam hal menggunakan sistem pelayanan kesehatan, pencegahan penyakit dan promosi kesehatan, untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
“Oleh karenanya, dengan meningkatkan Health literacy, maka dapat memperbaiki perilaku kesehatan yang pada gilirannya mengurangi obesitas. Salah satu cara untuk membantu meningkatkan health literacy adalah dengan memberikan pengetahuan dan dukungan yang terus menerus,” jelasnya.
Dari hasil penelitiannya, Syamsiah mengatakan bahwa variabel determinan yang berpengaruh dengan literacy kesehatan dalam mencegah obesitas pada anak adalah pendidikan, status kesehatan, dan dukungan sosial. Variabel berikutnya yang berpengaruh dengan perilaku kesehatan ibu dalam mencegah obesitas pada anak adalah literasi kesehatan, perawatan diri dan efikasi diri.
Dalam keterangannya, Syamsiah mengatakan penelitiannya bertujuan untuk mengetahui model prediksi perilaku kesehatan berdasarkan literasi kesehatan pada ibu dengan anak obesitas. Menurutnya, obesitas pada anak sangat terkait dengan peran atau fungsi health literacy pada orang tua.
Ia juga menjelaskan bahwa peran aktif keluarga sangat dibutuhkan untuk memantau dan mengendalikan berat badan anak agar tidak berada pada obesitas. Hal tersebut, katanya, bisa dilakukan dengan membangun gaya pengasuhan dan manajemen melalui pemberian diet yang direkomendasikan pada anak dan menjaga kebiasaan gaya hidup anak melalui aktivitas fisik yang baik.
“Disertasi ini fokus pada upaya orang tua dalam hal ini ibu dan ayah dalam konteks keluarga, dituntut untuk mampu berperan secara lebih maksimal dalam memiliki kapasitas untuk mendapatkan, mengelola dan memahami informasi kesehatan secara mendasar dan layanan yang dibutuhkan untuk kesehatan yang tepat bagi anak-anaknya supaya terhindar dari obesitas,” kata Syamsiah.
Ia melanjutkan, upaya yang efektif dalam pencegahan dan menekan angka kejadian obesitas pada anak adalah fungsi dan peran health literacy pada orang tua. Dikemukakannya, bahwa health literacy merupakan keterampilan, pengetahuan dan motivasi untuk mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan dalam bentuk yang berbeda. Untuk membentuk penilaian dan pengambilan keputusan dalam hal menggunakan sistem pelayanan kesehatan, pencegahan penyakit dan promosi kesehatan, untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
“Oleh karenanya, dengan meningkatkan Health literacy, maka dapat memperbaiki perilaku kesehatan yang pada gilirannya mengurangi obesitas. Salah satu cara untuk membantu meningkatkan health literacy adalah dengan memberikan pengetahuan dan dukungan yang terus menerus,” jelasnya.
Dari hasil penelitiannya, Syamsiah mengatakan bahwa variabel determinan yang berpengaruh dengan literacy kesehatan dalam mencegah obesitas pada anak adalah pendidikan, status kesehatan, dan dukungan sosial. Variabel berikutnya yang berpengaruh dengan perilaku kesehatan ibu dalam mencegah obesitas pada anak adalah literasi kesehatan, perawatan diri dan efikasi diri.
Lihat Juga :