Dilabeli Pembelot soal Kasus Ijazah Jokowi, Rismon: Itu Hak Saya!
Kamis, 02 April 2026 - 15:23 WIB
loading...
Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar menegaskan revisi buku Jokowis White Paper dan penelitian yang telah terbit bukanlah menjadi masalah saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026). Foto: Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar menegaskan revisi buku Jokowi's White Paper dan penelitian yang telah terbit bukanlah menjadi masalah. Itu adalah hak dirinya sebagai peneliti.
Rismon terpaksa buka suara mengenai penelitiannya soal ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). "Kenapa Rismon nggak boleh? Kenapa Rismon dilabel sebagai pembelot? Itu hak saya. Jadi kalau peneliti lain, ilmuwan lain boleh merevisi temuannya kok," ujarnya di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi dan Gibran, Ini Alasannya
Menurut dia, seharusnya dirinya tidak dipersepsikan sebagai pembelot. Ilmuwan ternama seperti Albert Einstein dan Isaac Newton saja pernah merevisi hasil temuannya.
"Einstein bisa merevisi formulanya, Newton sebagai penemu hukum mekanika juga bisa merevisi temuannya. Orang lain juga bisa merevisi temuan orang lain," katanya.
Dia menuturkan perubahan sikap dirinya dan penelitiannya terhadap ijazah Jokowi seharusnya tidak digoreng untuk mempolitisasi sesuatu. Yang jelas, dia melakukan revisi penelitian merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai peneliti.
"Einstein sempat menertawakan temuan hukum termodinamika atau hukum mekanika dari Newton. Kenapa Rismon nggak? Jadi jangan dibawa-bawa ini, saya tidak mau masalah ini digoreng-goreng ke arah politik," ujar Rismon.
Rismon terpaksa buka suara mengenai penelitiannya soal ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). "Kenapa Rismon nggak boleh? Kenapa Rismon dilabel sebagai pembelot? Itu hak saya. Jadi kalau peneliti lain, ilmuwan lain boleh merevisi temuannya kok," ujarnya di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi dan Gibran, Ini Alasannya
Menurut dia, seharusnya dirinya tidak dipersepsikan sebagai pembelot. Ilmuwan ternama seperti Albert Einstein dan Isaac Newton saja pernah merevisi hasil temuannya.
"Einstein bisa merevisi formulanya, Newton sebagai penemu hukum mekanika juga bisa merevisi temuannya. Orang lain juga bisa merevisi temuan orang lain," katanya.
Dia menuturkan perubahan sikap dirinya dan penelitiannya terhadap ijazah Jokowi seharusnya tidak digoreng untuk mempolitisasi sesuatu. Yang jelas, dia melakukan revisi penelitian merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai peneliti.
"Einstein sempat menertawakan temuan hukum termodinamika atau hukum mekanika dari Newton. Kenapa Rismon nggak? Jadi jangan dibawa-bawa ini, saya tidak mau masalah ini digoreng-goreng ke arah politik," ujar Rismon.
(jon)
Lihat Juga :