KLB Campak Meningkat, Vita DPR: Negara Tak Boleh Abai Lindungi Anak

Rabu, 01 April 2026 - 17:53 WIB
loading...
KLB Campak Meningkat,...
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menyatakan meningkatnya KLB Campak di berbagai daerah pada awal 2026 harus menjadi momentum evaluasi serius, termasuk alokasi anggaran imunisasi nasional. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menyatakan meningkatnya Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di berbagai daerah pada awal 2026 harus menjadi momentum evaluasi serius, termasuk alokasi anggaran imunisasi nasional. Berdasarkan data hingga Maret 2026, kasus campak menunjukkan tren peningkatan di sejumlah provinsi, termasuk Jawa Tengah.

Kondisi ini dinilai tidak lepas dari masih adanya kesenjangan cakupan imunisasi dan keterbatasan intervensi di lapangan. “KLB campak ini tidak boleh dilihat sebagai kejadian biasa. Ini adalah alarm bahwa sistem pencegahan kita, termasuk dari sisi anggaran harus diperkuat,” ujar Vita, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Waspada! Campak Bisa Sebabkan Kebutaan hingga Radang Otak

Menurut dia, upaya penanganan tidak cukup hanya bersifat reaktif, tetapi harus didukung dengan kebijakan anggaran yang berpihak pada pencegahan. “Imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang. Negara harus berani menambah alokasi anggaran imunisasi, bukan hanya fokus pada pengobatan saat wabah sudah terjadi,” katanya.

Penambahan anggaran harus diarahkan secara konkret pada:
- Perluasan cakupan imunisasi di daerah berisiko
- Penguatan distribusi vaksin hingga tingkat desa
- Dukungan operasional tenaga kesehatan
- Edukasi publik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat

“Jangan sampai anggaran ada di atas kertas, tapi tidak terasa di masyarakat. Yang kita butuhkan adalah anggaran yang benar-benar bekerja di lapangan,” ujarnya.

Vita juga mendorong penguatan peran Puskesmas sebagai ujung tombak program imunisasi. “Puskesmas harus diperkuat baik dari sisi tenaga, logistik, maupun dukungan anggaran agar mampu menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ucapnya.

Sebagai daerah dengan tren peningkatan kasus, Jawa Tengah dinilai membutuhkan intervensi lebih serius dan terarah. Anak-anak adalah kelompok paling rentan yang harus mendapatkan perlindungan maksimal dari negara.

“Tidak boleh ada anak yang sakit hanya karena kita terlambat atau kurang serius dalam pencegahan. Ini soal masa depan bangsa,” ujarnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR RI, Vita memastikan akan terus mendorong penguatan kebijakan, termasuk alokasi anggaran yang lebih berpihak pada kesehatan masyarakat. “Kesehatan adalah hak dasar rakyat. Negara harus hadir tidak hanya saat krisis, tetapi sejak tahap pencegahan,” ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Rekomendasi
Benahi Tata Kelola MBG,...
Benahi Tata Kelola MBG, Tindakan BGN Tutup Ratusan Dapur Fiktif Diapresiasi
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
Berita Terkini
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved