Diplomasi Pelayaran Kartika Jala Krida 2026, KRI Bima Suci Lakukan Perjalanan ke 8 Negara
Rabu, 01 April 2026 - 10:19 WIB
loading...
KRI Bima Suci-945, berlayar ke delapan negara dalam misi pelayaran muhibah diplomatik Kartika Jala Krida 2026. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kapal TNI Angkatan Laut (AL), KRI Bima Suci-945 , berlayar ke delapan negara dalam misi pelayaran muhibah diplomatik Kartika Jala Krida 2026. Dalam pelayarannya, KRI Bima Suci membawa 79 taruna tingkat dua ke-73 Akademi Angkatan Laut (AAL) dan peserta dari negara-negara sahabat.
Saat ini KRI Bima Suci telah menyelesaikan pelayaran etape I dari Surabaya ke Jakarta. Setibanya di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, KRI Bima Suci dilepas oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
“Ada delapan negara sahabat yang akan dikunjungi, KRI Bima Suci membawa taruna-taruna dari Akademi Angkatan Laut dan beberapa negara,” katanya di Markas Kolinlamil, Jakarta Utara, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Warga Spanyol Antusias Ikuti Open House Kapal Latih KRI Bima Suci di Bouzas
Rute yang ditempuh antara lain, Surabaya-Jakarta-Belawan-Sri Lanka-Singapura-Vietnam-Cina-Korea Selatan-Rusia-Jepang-Filipina-Bitung, dan kembali ke Surabaya. Total jarak tempuh yang akan dilayari mencapai 16.877 nautical mile (NM) selama 124 hari.
KRI Bima Suci membawa 79 Taruna AAL yang didampingi oleh perwira pendamping dan kru kapal turut serta dalam pelayaran ini. Selain itu, juga terdapat 52 peserta yang merupakan delegasi program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 24 negara, baik ASEAN maupun non-ASEAN, antara lain dari negara-negara sahabat seperti Australia, Cina, Kanada, Afrika, dan negara-negara Eropa. Total, peserta KJK 2026 yang berada di atas kapal mencapai 131 orang.
“Ini pelayaran astronomi, mereka akan belajar ilmu perbintangan, ilmu astronomi, dan navigasi lingkaran besar,” ujar Ali.
Lihat video: KRI Bima Suci Bersandar di Jepang
Kemudian, pelayaran KJK juga mengajarkan para taruna untuk berdiplomasi. “Bagaimana diplomasi dengan angkatan laut asing yang kita kunjungi. Kebetulan dari mereka juga ikut, kadet-kadet mereka juga ikut dalam pelayaran ini. Ada perwakilan dari tiap-tiap negara,” kata Ali.
KRI Bima Suci belayar di tengah situasi global yang memanas di beberapa titik. Saat ini, terjadi perang antara Amerika Serikat-Israel versus Iran yang memungkinkan munculnya konflik baru yang tidak terprediksi di kawasan tersebut.
Semula, pelayaran akan menyinggahi Mesir, Portugal, Spanyol hingga Amerika Serikat yang memungkinkan kapal melintasi Samudera Hindia, Laut Mediterania, dan Samudera Atlantik. Namun, rute akhirnya dipangkas dengan melintasi Semenanjung Korea.
Ali memastikan pelayaran muhibah Kartika Jala Krida ini berkunjung ke negara-negara yang memang dianggap aman. “Kemudian kami sudah koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan dengan para Duta Besar yang ada di sana, dengan para Atase Pertahanan maupun Atase Militer dan Atase Angkatan Laut yang ada di sana, dan dipastikan mereka aman,” kata Ali.
Saat ini KRI Bima Suci telah menyelesaikan pelayaran etape I dari Surabaya ke Jakarta. Setibanya di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, KRI Bima Suci dilepas oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
“Ada delapan negara sahabat yang akan dikunjungi, KRI Bima Suci membawa taruna-taruna dari Akademi Angkatan Laut dan beberapa negara,” katanya di Markas Kolinlamil, Jakarta Utara, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Warga Spanyol Antusias Ikuti Open House Kapal Latih KRI Bima Suci di Bouzas
Rute yang ditempuh antara lain, Surabaya-Jakarta-Belawan-Sri Lanka-Singapura-Vietnam-Cina-Korea Selatan-Rusia-Jepang-Filipina-Bitung, dan kembali ke Surabaya. Total jarak tempuh yang akan dilayari mencapai 16.877 nautical mile (NM) selama 124 hari.
KRI Bima Suci membawa 79 Taruna AAL yang didampingi oleh perwira pendamping dan kru kapal turut serta dalam pelayaran ini. Selain itu, juga terdapat 52 peserta yang merupakan delegasi program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 24 negara, baik ASEAN maupun non-ASEAN, antara lain dari negara-negara sahabat seperti Australia, Cina, Kanada, Afrika, dan negara-negara Eropa. Total, peserta KJK 2026 yang berada di atas kapal mencapai 131 orang.
“Ini pelayaran astronomi, mereka akan belajar ilmu perbintangan, ilmu astronomi, dan navigasi lingkaran besar,” ujar Ali.
Lihat video: KRI Bima Suci Bersandar di Jepang
Kemudian, pelayaran KJK juga mengajarkan para taruna untuk berdiplomasi. “Bagaimana diplomasi dengan angkatan laut asing yang kita kunjungi. Kebetulan dari mereka juga ikut, kadet-kadet mereka juga ikut dalam pelayaran ini. Ada perwakilan dari tiap-tiap negara,” kata Ali.
KRI Bima Suci belayar di tengah situasi global yang memanas di beberapa titik. Saat ini, terjadi perang antara Amerika Serikat-Israel versus Iran yang memungkinkan munculnya konflik baru yang tidak terprediksi di kawasan tersebut.
Semula, pelayaran akan menyinggahi Mesir, Portugal, Spanyol hingga Amerika Serikat yang memungkinkan kapal melintasi Samudera Hindia, Laut Mediterania, dan Samudera Atlantik. Namun, rute akhirnya dipangkas dengan melintasi Semenanjung Korea.
Ali memastikan pelayaran muhibah Kartika Jala Krida ini berkunjung ke negara-negara yang memang dianggap aman. “Kemudian kami sudah koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan dengan para Duta Besar yang ada di sana, dengan para Atase Pertahanan maupun Atase Militer dan Atase Angkatan Laut yang ada di sana, dan dipastikan mereka aman,” kata Ali.
(cip)
Lihat Juga :