Kadispenad: UNIFIL Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Selasa, 31 Maret 2026 - 17:57 WIB
loading...
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan UNIFIL tengah menginvestigasi serangan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI di Lebanon Selatan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - United Nations Interim Force in Lebanon ( UNIFIL ) disebutkan tengah menginvestigasi serangan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI di Lebanon Selatan.
Hal itu disampaikan Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono saat menyampaikan duka terkait gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
"Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi," kata Donny, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Ini Identitas 2 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Satu di Antaranya Berpangkat Perwira
Donny menyebutkan, TNI pun terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon.
Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah buka suara usai dua prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Kedua prajurit tewas dalam serangan pada Senin, 30 Maret 2026.
Lihat video: TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Pangkalan UNIFIL, Lebanon
Aulia menerangkan, berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” kata Aulia, Selasa (31/3/2026).
Aulia menyebutkan, insiden tersebut turut mengakibatkan dua prajurit lainnya mengalami luka, yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto. Saat ini keduanya sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.
Hal itu disampaikan Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono saat menyampaikan duka terkait gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
"Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi," kata Donny, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Ini Identitas 2 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Satu di Antaranya Berpangkat Perwira
Donny menyebutkan, TNI pun terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon.
Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah buka suara usai dua prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Kedua prajurit tewas dalam serangan pada Senin, 30 Maret 2026.
Lihat video: TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Pangkalan UNIFIL, Lebanon
Aulia menerangkan, berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” kata Aulia, Selasa (31/3/2026).
Aulia menyebutkan, insiden tersebut turut mengakibatkan dua prajurit lainnya mengalami luka, yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto. Saat ini keduanya sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.
(cip)
Lihat Juga :