Hadapi Krisis Geopolitik, Langkah Prabowo Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi Tepat
Rabu, 25 Maret 2026 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Bambang mengingatkan, dalam kondisi gejolak geopolitik yang memanas karena dampak perang, Indonesia harus bersiap diri menghadapi situasi dunia yang tidak menentu.
"Perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sangat berisiko menekankan fiskal negara-negara di dunia, termasuk aktivitas ekonomi. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah sangat dinamis dan berisiko tinggi bagi ekonomi dan fiskal di berbagai negara di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia," kata Bambang.
Apalagi, dampak ditutupnya selat Hormuz sebagai jalur transportasi perdagangan energi utama dunia, juga berimplikasi ke Indonesia. Indonesia tidak bisa tinggal diam dan harus bergerak menghadapi situasi dunia yang tidak dalam kondisi baik-baik saja.
"Saya yakin dan percaya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sudah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk Indonesia menghadapi situasi ekonomi nasional dampak dari perang di Timur Tengah dan gejolak geopolitik dunia," ucapnya.
"Perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sangat berisiko menekankan fiskal negara-negara di dunia, termasuk aktivitas ekonomi. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah sangat dinamis dan berisiko tinggi bagi ekonomi dan fiskal di berbagai negara di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia," kata Bambang.
Apalagi, dampak ditutupnya selat Hormuz sebagai jalur transportasi perdagangan energi utama dunia, juga berimplikasi ke Indonesia. Indonesia tidak bisa tinggal diam dan harus bergerak menghadapi situasi dunia yang tidak dalam kondisi baik-baik saja.
"Saya yakin dan percaya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sudah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk Indonesia menghadapi situasi ekonomi nasional dampak dari perang di Timur Tengah dan gejolak geopolitik dunia," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :