Mengapa Israel-AS Tidak Menyerang Iran melalui Darat?

Selasa, 24 Maret 2026 - 07:44 WIB
loading...
A A A
Pertama, invasi terbatas melalui sekutu lokal.
Alih-alih mengirim ratusan ribu tentara, Israel-AS tampaknya akan memanfaatkan kelompok perbatasan seperti milisi Kurdi untuk membuka front baru di wilayah Iran barat laut. Tujuannya bukan menaklukkan Iran, melainkan mengganggu stabilitas internal dan memaksa Teheran menyebar pasukannya. Skenario ini realistis karena biaya politiknya lebih rendah bagi Washington dan Tel Aviv.

Kedua, operasi darat terbatas (special forces).
Israel-AS tampaknya akan menggunakan operasi komando untuk menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah, membunuh elite militer Iran, atau mendukung pemberontakan internal. Dalam perang modern, perubahan rezim acap dimulai bukan dengan invasi besar, tetapi dengan perang bayangan.

Ketiga, invasi konvensional skala penuh.
Ini adalah skenario paling ekstrem dan berbahaya. Ia hanya mungkin terjadi jika konflik sudah berubah menjadi perang total. Dalam kondisi ini, Teluk Persia bisa menjadi medan pertempuran laut, Lebanon menjadi front Hezbollah, Irak kembali menjadi arena milisi, dan Selat Hormuz berubah menjadi titik krisis energi global. Karenanya, perang akan menjadi krisis sistem internasional, bukan lagi perang kawasan.

Penulis berpandangan bahwa Israel-AS akan sangat hati-hati jika ingin melakukan perang darat. Bahkan, mereka mungkin tidak akan mengambil resiko untuk itu. Di lapangan, operasi darat bukan sekadar opsi teknis, melainkan jebakan strategis. Iran telah membangun “kota-kota rudal” bawah tanah dan mengandalkan jaringan proksi yang tersebar dari Lebanon hingga Yaman.

Jika Israel-AS akhirnya mengirim pasukan darat, baik dengan alasan mengamankan fasilitas nuklir atau "membantu oposisi”, maka mereka akan berhadapan dengan medan yang mirip Vietnam atau Afghanistan, namun dengan senjata yang lebih canggih. Selain itu, jika Hizbullah dan Iran mampu berkoordinasi, maka sistem pertahanan Israel akan menghadapi ujian terberatnya. Ini bukan lagi perang enam hari, namun, ia berpotensi menjadi perang enam tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Rekomendasi
Besok, Luis Figo Siap...
Besok, Luis Figo Siap Meriahkan Pesta Bola Dunia 2026
Mini Soccer Bulog Perkuat...
Mini Soccer Bulog Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Bersama Stakeholder
Rapor Merah Lionel Messi...
Rapor Merah Lionel Messi saat Jadi Algojo Penalti
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved