Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna Bahas Persiapan Lebaran 2026
Jum'at, 13 Maret 2026 - 16:50 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), dengan agenda utama membahas persiapan menghadapi Hari Raya Idulfitri. Foto: Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), dengan agenda utama membahas persiapan menghadapi Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026. Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo mengajak seluruh jajaran kabinet untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas kesehatan, kedamaian, dan kesempatan sehingga sidang dapat dilaksanakan dengan baik.
Ia menyampaikan bahwa umat Islam kini telah memasuki hari ke-23 bulan suci Ramadan dan tinggal tujuh hari lagi menuju perayaan Idulfitri. “Kita sudah memasuki hari ke-23 di bulan suci Ramadan ini, dan tujuh hari lagi kita akan merayakan Hari Raya Idulfitri. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan mendatang bagi umat Islam,” ujar Prabowo mengawali sambutannya.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dari berbagai agama yang telah menghormati pelaksanaan ibadah Ramadan. Menurutnya, sikap saling menghormati tersebut merupakan salah satu keunggulan bangsa Indonesia dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa masyarakat Indonesia mampu menjalankan ibadah masing-masing dalam suasana kekeluargaan dan toleransi.
Baca juga: Guru Honorer Layak Dapat THR sebagai Bentuk Apresiasi atas Pengabdian
Ia menyampaikan bahwa umat Islam kini telah memasuki hari ke-23 bulan suci Ramadan dan tinggal tujuh hari lagi menuju perayaan Idulfitri. “Kita sudah memasuki hari ke-23 di bulan suci Ramadan ini, dan tujuh hari lagi kita akan merayakan Hari Raya Idulfitri. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan mendatang bagi umat Islam,” ujar Prabowo mengawali sambutannya.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dari berbagai agama yang telah menghormati pelaksanaan ibadah Ramadan. Menurutnya, sikap saling menghormati tersebut merupakan salah satu keunggulan bangsa Indonesia dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa masyarakat Indonesia mampu menjalankan ibadah masing-masing dalam suasana kekeluargaan dan toleransi.
Baca juga: Guru Honorer Layak Dapat THR sebagai Bentuk Apresiasi atas Pengabdian
Lihat Juga :