Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Gobal, DEN: Ketahanan Energi Perlu Diperkuat

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:30 WIB
loading...
Hadapi Ketidakpastian...
Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong penguatan ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong penguatan ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Salah satunya dengan melakukan elektrifikasi di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga hingga transportasi.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Kholid Syeirazi mengatakan, percepatan penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik menjadi bagian penting dari strategi penguatan ketahanan energi. Dalam situasi normal, impor bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) mungkin bukan masalah besar.

“Tetapi ketika terjadi krisis geopolitik, harga bisa melonjak dan pasokan tersendat. Kita perlu memperkuat alternatif energi yang bersumber dari dalam negeri, salah satunya kompor listrik dan kendaraan listrik,” katanya, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Ancaman Konflik Global, Prabowo: Kita Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Kholid menjelaskan, ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM dan LPG membuat sistem energi nasional rentan terhadap gejolak pasar global. Terutama ketika terjadi konflik geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan dan memicu lonjakan harga energi.

Menurut Kholid, salah satu arah kebijakan energi ke depan adalah mendorong elektrifikasi di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga hingga transportasi. Pasalnya, transisi energi pada akhirnya mengarah pada elektrifikasi.

“Kendaraan bermotor secara bertahap akan beralih dari BBM ke listrik, sementara kebutuhan energi rumah tangga seperti memasak juga didorong menggunakan kompor listrik,” ujarnya.

Lihat video: Harga BBM Terancam Naik Imbas Perang, Negara Asia Hemat Energi


Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya diversifikasi energi sekaligus pemanfaatan potensi energi baru terbarukan yang dimiliki Indonesia. Apalagi, Indonesia punya potensi energi terbarukan yang besar, seperti surya, angin, biofuel, dan sumber energi nabati lainnya.

“Itu yang ke depan menjadi bagian dari bauran energi sehingga target pengurangan emisi dan kemandirian energi bisa berjalan bersamaan,” katanya.

Kholid menilai kapasitas listrik nasional masih cukup untuk menopang peningkatan kebutuhan listrik dari proses elektrifikasi tersebut. Ia menyebut konsumsi listrik Indonesia saat ini masih relatif rendah dibandingkan negara maju.

“Konsumsi listrik kita rata-rata sekitar 1.400 kWh per kapita per tahun. Dengan adopsi kompor listrik dan kendaraan listrik, konsumsi listrik akan meningkat, dan dari sisi sistem, ketahanan energi di sektor listrik juga mencukupi,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Prabowo di KTT ke-48...
Prabowo di KTT ke-48 ASEAN: Ketahanan Energi Salah Satu Isu Penting yang Kita Hadapi Saat Ini
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
Jawab Perluasan Biodiesel...
Jawab Perluasan Biodiesel B50 untuk Industri, Bpfilters Hadirkan Filter Solar Terbaru
Rekomendasi
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Berita Terkini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved