Tutup Kajian Kitab KH Hasyim Asy'ari, Gus Muhaimin Ajak PKB Jaga Spirit Ulama

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:05 WIB
loading...
Tutup Kajian Kitab KH...
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin mengajak kader partai agar menjaga spirit ulama seperti teladan KH. Hasyim Asyari untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin mengajak kader partai agar menjaga spirit ulama seperti teladan KH. Hasyim Asy'ari untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu disampaikan Gus Muhaimin saat menutup rangkaian Kajian Kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari Season 4 yang digelar sepanjang bulan Ramadan.

Kajian tersebut telah berlangsung selama 14 kali pertemuan sebagai bagian dari tradisi keilmuan dan spiritual yang terus dijaga oleh kalangan Nahdliyin. Gus Muhaimin mengaku bersyukur karena kajian kitab Mbah Hasyim dapat terlaksana dengan baik selama Ramadan dan menjadi sarana memperkuat ikatan spiritual dengan para ulama.

“Alhamdulillah kajian Mbah Hasyim yang kita laksanakan selama Ramadan hari ini memasuki penutupan setelah 14 kali kita kaji. Semoga keberkahan menyertai kita semua dan kita semua menjadi santri Mbah Hasyim,” ujarnya, Kamis (12/3/2026)

Baca juga: Cak Imin Minta Kantor Baru PKB DKI Harus Jadi Pusat Perjuangan untuk Jakarta



Menurutnya, terdapat dua kategori santri Mbah Hasyim. Pertama, mereka yang memperjuangkan dan menjaga tradisi Nahdlatul Ulama. Kedua, mereka yang membaca serta membela kitab-kitab karya beliau. “Mudah-mudahan kajian ini membawa manfaat dan barokah sebagai bekal hidup dunia dan akhirat,” katanya.

Gus Muhaimin juga menyampaikan terima kasih kepada para kiai dan nyai yang telah membaca serta mengkaji kitab karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari selama Ramadan. Ia mendoakan agar para ulama senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, serta ilmu yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.

Ia menegaskan bahwa tradisi kajian Ramadan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga momentum untuk menyambung sanad spiritual kepada para ulama pendiri NU, khususnya kepada Mbah Hasyim. “Tradisi ramadanan ini adalah momentum tiap tahun sekaligus sarana mengejar dan menyambung sanad tali spiritual kita kepada ulama pendiri NU, khususnya kepada Mbah Hasyim,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Muhaimin juga menyinggung kondisi ekonomi yang sempat diwarnai kenaikan harga minyak dunia, namun kini mulai stabil kembali. Ia mengingatkan agar PKB tetap waspada serta menjaga soliditas dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Tidak ada jalan lain selain terus menjaga gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah kader PKB yang terus menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan selama Ramadan. “Saya bersyukur PKB hadir dengan saling membagi sembako kepada yang membutuhkan. Saya minta kegiatan itu terus dilakukan, apalagi memasuki akhir Ramadan yang pahalanya insyaallah jauh lebih besar,” ujarnya.

Menurut Gus Muhaimin, PKB harus terus berpegang pada cita-cita besar menghadirkan kemaslahatan umat dengan spirit izzul Islam wal muslimin menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Untuk itu, kebersamaan dan kerja kolektif menjadi kunci agar partai tetap berada di jalur sebagai solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

“Kita harus tetap berada pada rel sebagai solusi bangsa dan menjadi kekuatan yang mampu menghadirkan jalan keluar bagi setiap problem masyarakat,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus menyerap kekuatan ruhaniyah dari para ulama NU, khususnya dari warisan keilmuan Mbah Hasyim, agar membawa keberkahan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penutupan kajian tersebut menghadirkan sejumlah ulama dan tokoh, di antaranya Said Aqil Siradj, Gus Variz Muhammad Mirza dan Gus Anta Maulana yang merupakan dzurriyah Mbah Hasyim, KH Saifullah Maksum, serta KH Muhammad Nur Hayid.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Rekomendasi
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Berita Terkini
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved