Nuzulul Quran di Istana, Prabowo: Semoga Menambah Kebaikan-Keberkahan
Selasa, 10 Maret 2026 - 21:52 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menggelar Nuzulul Quran tingkat kenegaraan tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggelar Nuzulul Qur'an tingkat kenegaraan tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Dia juga memberikan arahan dalam acara peringatan peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril tersebut.
Acara dimulai dengan laporan dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada Presiden Prabowo. Nasaruddin menyampaikan, acara Nuzulul Quran tingkat kenegaraan ini diikuti oleh 278 orang.
"Yang terdiri dari para menteri di bawah koordinasi Kemenko PMK, ormas islam, perguruan tinggi, forkompimda, tokoh agama dan sejumlah anak yatim," jelas Nasaruddin.
Baca juga: Nuzulul Qur'an di Istana Negara, Menteri dan Tokoh Agama Mulai Berdatangan
Acara kemudian dilanjutkan oleh penyampaian hikmah dan pembacaan doa oleh tokoh agama dan ahli tafsir (mufassir) Quraish Shihab. Dalam hikmahnya, ia menyampaikan, Al-Qur’an dari segi bahasa berarti bacaan yang sempurna.
Ia membuktikan, kesempurnaan Al-Qur’an dibuktikan dalam banyak hal, antara lain diatur tata cara membacanya sehingga lahir disiplin ilmu yang bernama ilmu tajwid. Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini dibaca oleh mereka yang mengerti artinya maupun yang tidak mengerti.
Ia juga sempat mendoakan Presiden Prabowo agar mampu memimpin negeri. Setelahnya, Presiden Prabowo menyampaikan arahannya. Dia menyampaikan bahwa Nuzulul Qur’an adalah kesempatan untuk masing-masing memahami, meresapi, arti dari yang diajarkan dalam Al-Qur’an tersebut.
"Kita bersyukur masih diberi kesehatan, dapat hadir bersama pada peringatan Nuzulul Qur’an 1445 Hijriah, pada hari Ramadan hari ke-20, malam ke-21, malam ganjil, yang kita percaya Lailatul Qadar turun di antara malam ganjil bulan Ramadan pada sepuluh hari terakhir. Semoga ini akan menambah kebaikan, keberkahan bagi kita semua," kata Prabowo.
Prabowo pun menyampaikan terima kasihnya kepada para tokoh agama yang hadir, termasuk kepada Quraish Shihab yang sempat memberikan hikmah. Ia mengaku, hikmah tentang keadilan yang disampaikan Quraish Shihab sangat berarti bagi dirinya. Begitu juga tentang takdir pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat.
"Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa, dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran keadilan dan kejujuran. Dan kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin," tandas Prabowo.
Acara dimulai dengan laporan dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada Presiden Prabowo. Nasaruddin menyampaikan, acara Nuzulul Quran tingkat kenegaraan ini diikuti oleh 278 orang.
"Yang terdiri dari para menteri di bawah koordinasi Kemenko PMK, ormas islam, perguruan tinggi, forkompimda, tokoh agama dan sejumlah anak yatim," jelas Nasaruddin.
Baca juga: Nuzulul Qur'an di Istana Negara, Menteri dan Tokoh Agama Mulai Berdatangan
Acara kemudian dilanjutkan oleh penyampaian hikmah dan pembacaan doa oleh tokoh agama dan ahli tafsir (mufassir) Quraish Shihab. Dalam hikmahnya, ia menyampaikan, Al-Qur’an dari segi bahasa berarti bacaan yang sempurna.
Ia membuktikan, kesempurnaan Al-Qur’an dibuktikan dalam banyak hal, antara lain diatur tata cara membacanya sehingga lahir disiplin ilmu yang bernama ilmu tajwid. Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini dibaca oleh mereka yang mengerti artinya maupun yang tidak mengerti.
Ia juga sempat mendoakan Presiden Prabowo agar mampu memimpin negeri. Setelahnya, Presiden Prabowo menyampaikan arahannya. Dia menyampaikan bahwa Nuzulul Qur’an adalah kesempatan untuk masing-masing memahami, meresapi, arti dari yang diajarkan dalam Al-Qur’an tersebut.
"Kita bersyukur masih diberi kesehatan, dapat hadir bersama pada peringatan Nuzulul Qur’an 1445 Hijriah, pada hari Ramadan hari ke-20, malam ke-21, malam ganjil, yang kita percaya Lailatul Qadar turun di antara malam ganjil bulan Ramadan pada sepuluh hari terakhir. Semoga ini akan menambah kebaikan, keberkahan bagi kita semua," kata Prabowo.
Prabowo pun menyampaikan terima kasihnya kepada para tokoh agama yang hadir, termasuk kepada Quraish Shihab yang sempat memberikan hikmah. Ia mengaku, hikmah tentang keadilan yang disampaikan Quraish Shihab sangat berarti bagi dirinya. Begitu juga tentang takdir pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat.
"Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa, dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran keadilan dan kejujuran. Dan kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin," tandas Prabowo.
(rca)
Lihat Juga :