Habib Ja’far: Kekayaan Alam Harus Dikelola dengan Amanah demi Kemaslahatan Bangsa
Sabtu, 07 Maret 2026 - 20:32 WIB
loading...
A
A
A
“Mineral halal bukan hanya karena bendanya, tapi karena cara mendapatkannya tidak merusak dan tidak melanggar nilai,” katanya.
Lihat video: Lebih Baik Dikembalikan!" Yenny Wahid Kritik Keras Ormas Kelola Tambang
Kedua, pengelolaan tambang harus dilandasi rasa syukur. Mengolah mineral dan mendorong hilirisasi dipandang sebagai bentuk syukur atas karunia Tuhan, sekaligus upaya menghadirkan nilai tambah bagi bangsa. “Mengelola dan memberi nilai tambah pada mineral itu bentuk syukur. Ketika kita mengelola dari hulu sampai hilir, kita sedang menjaga amanah dan menjadi tuan di negeri sendiri,” ujarnya.
Ketiga, tujuannya adalah maslahat. Orientasi pengelolaan sumber daya harus berbasis ekologi, bukan egologi. Manfaatnya harus dirasakan bersama, bukan hanya oleh segelintir pihak. “Prinsipnya kebaikan bersama. Tambang harus memberi nilai tambah bagi masyarakat, bangsa, dan lingkungan,” tuturnya.
Habib Ja’far menegaskan, seluruh aturan Tuhan pada dasarnya ditujukan untuk kebaikan manusia. Karena itu, pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan agar menjadi rahmat, bukan sumber kerusakan. “Kalau kita sadar ini amanah, maka yang lahir bukan keserakahan, tapi tanggung jawab. Di situlah kekayaan alam bisa menjadi kemaslahatan bagi bangsa,” kata Husein Ja’far.
Habib Ja’far menegaskan setiap program keberlanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan fondasi dalam mengelola kekayaan alam. Dengan kesadaran bahwa sumber daya adalah amanah, pengelolaan tambang seperti yang telah dilakukan Grup MIND ID diharapkan mampu menjadi meningkatkan nilai tambah dan kemaslahatan bagi bangsa, hari ini dan di masa depan.
Lihat video: Lebih Baik Dikembalikan!" Yenny Wahid Kritik Keras Ormas Kelola Tambang
Kedua, pengelolaan tambang harus dilandasi rasa syukur. Mengolah mineral dan mendorong hilirisasi dipandang sebagai bentuk syukur atas karunia Tuhan, sekaligus upaya menghadirkan nilai tambah bagi bangsa. “Mengelola dan memberi nilai tambah pada mineral itu bentuk syukur. Ketika kita mengelola dari hulu sampai hilir, kita sedang menjaga amanah dan menjadi tuan di negeri sendiri,” ujarnya.
Ketiga, tujuannya adalah maslahat. Orientasi pengelolaan sumber daya harus berbasis ekologi, bukan egologi. Manfaatnya harus dirasakan bersama, bukan hanya oleh segelintir pihak. “Prinsipnya kebaikan bersama. Tambang harus memberi nilai tambah bagi masyarakat, bangsa, dan lingkungan,” tuturnya.
Habib Ja’far menegaskan, seluruh aturan Tuhan pada dasarnya ditujukan untuk kebaikan manusia. Karena itu, pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan agar menjadi rahmat, bukan sumber kerusakan. “Kalau kita sadar ini amanah, maka yang lahir bukan keserakahan, tapi tanggung jawab. Di situlah kekayaan alam bisa menjadi kemaslahatan bagi bangsa,” kata Husein Ja’far.
Habib Ja’far menegaskan setiap program keberlanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan fondasi dalam mengelola kekayaan alam. Dengan kesadaran bahwa sumber daya adalah amanah, pengelolaan tambang seperti yang telah dilakukan Grup MIND ID diharapkan mampu menjadi meningkatkan nilai tambah dan kemaslahatan bagi bangsa, hari ini dan di masa depan.
(cip)
Lihat Juga :