Kapolri Beberkan Peran Pemerintah Jaga Perdamaian dan Ekonomi di Tengah Konflik Global

Jum'at, 06 Maret 2026 - 23:32 WIB
loading...
Kapolri Beberkan Peran...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan di acara Silaturahmi Ramadan dengan DPD KSPSI Jawa Barat di PT NOK, Jumat (6/3/2026) sore. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan peran pemerintah dalam rangka menjaga perdamaian dan ekonomi di tengah konflik global. Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam sambutannya di acara Silaturahmi Ramadan dengan DPD KSPSI Jawa Barat di PT NOK, Jumat (6/3/2026) sore.

Kapolri mengatakan, situasi global saat ini sedang tidak menentu akibat eskalasi yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sigit menambahkan, pemerintah Indonesia sebagai negara nonblok tinggal diam atas situasi tersebut. Ia menyebut pelbagai upaya diplomasi terus dilakukan untuk menciptakan perdamaian.

Baca Juga: Silaturahmi Ramadan di Polda Jabar, Kapolri Beri Pesan Penting Jaga Persatuan dan Kesatuan

"Tentunya saya sampaikan kepada rekan-rekan semua bagaimana pemerintah terus berusaha untuk bekerja keras sebagai negara non-blok untuk melaksanakan politik bebas dan aktif," ujarnya.

Kemudian, kata Sigit, Indonesia ingin berperan aktif untuk ikut mendamaikan Palestina dan Israel dengan usulan two-state solution.

Dari sisi ekonomi, Sigit mengatakan pemerintah juga terus melakukan negosiasi untuk menurunkan besaran tarif yang dikenakan Amerika Serikat kepada Indonesia. Ia menyebut lewat upaya yang dilakukan pemerintah, besaran tarif bisa diturunkan dari 32 persen menjadi 19 persen.

Tak hanya itu, Kapolri mengatakan ke depan pemerintah juga akan mendorong hilirisasi di pelbagai macam industri untuk meningkatkan perekonomian. Hilirisasi dilakukan mulai dari industri otomotif, baterai listrik, hingga lifting minyak.

Di sisi lain, Sigit menegaskan pemerintah melalui program Asta Cita juga terus berupaya menciptakan ketahanan pangan hingga energi agar Indonesia dapat mandiri dan tidak bergantung dengan negara lain.



"Berbagai macam program Asta Cita ini juga terus didorong, sehingga di dalam kondisi apa pun Indonesia tetap bisa terjaga, khususnya dalam situasi menghadapi pertarungan, menghadapi berbagai macam tekanan," jelasnya.

Oleh karenanya, ia meminta agar kelompok buruh juga dapat bersatu agar dapat menjaga iklim investasi di Indonesia terus tumbuh. Selain itu, Sigit meminta agar seluruh peluang dan sumber daya alam yang ada dapat dikelola dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat bagi masyarakat.

"Dalam situasi global seperti saat ini, kondisi seperti saat ini, mau tidak mau Indonesia harus bisa mandiri, harus bisa berdiri di atas kaki sendiri," jelasnya.

Sigit menambahkan, "Oleh karena itu tentunya kita harus bisa mengelola seluruh sumber daya alam yang kita miliki untuk kemudian betul-betul kita manfaatkan untuk masyarakat kita, bangsa kita."

Terakhir, Sigit juga meminta agar kelompok buruh terus mempersiapkan diri dan meningkatkan kualitasnya agar tidak kalah bersaing dengan luar negeri.

"Sehingga ketika ada program-program yang terkait dengan masalah hilirisasi, hal-hal yang kemudian memang harus kita dorong untuk kualitas SDM kita harus siap, maka buruh-buruh kita tidak kalah dengan negara lain, karena ini bagian dari kompetisi kita dengan negara-negara yang ada," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Rekomendasi
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Lisa BLACKPINK Akui...
Lisa BLACKPINK Akui Sering Patah Hati, Rumor Putus dari Frederic Arnault Makin Menguat
Berita Terkini
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Infografis
Daftar Pemain dan Jadwal...
Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved