Hadapi Dampak Perang AS–Israel vs Iran, GP Ansor Ajak Bangsa Perkuat Persatuan
Jum'at, 06 Maret 2026 - 21:01 WIB
loading...
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengajak masyarakat menjaga persatuan nasional menyikapi konflik di Timur Tengah. Foto/SindoNews.
A
A
A
JAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Pasalnya, hal itu yang berpotensi memperluas ketegangan geopolitik global dan berdampak pada stabilitas ekonomi serta keamanan dunia, termasuk Indonesia.
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin menilai konflik di Timur Tengah bukan hanya persoalan regional, tetapi memiliki implikasi luas terhadap rantai pasok energi global, stabilitas ekonomi, serta dinamika politik internasional yang pada akhirnya juga dapat mempengaruhi kondisi nasional.
Sejumlah pengamat menilai eskalasi perang di kawasan tersebut berpotensi mengganggu jalur pasokan energi dunia yang melewati Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting bagi sekitar 20%distribusi energi global.
“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, bangsa Indonesia perlu mengedepankan persatuan dan menghindari polarisasi yang dapat melemahkan kekuatan nasional,” katanya, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Di Depan Ratusan Ulama, Prabowo Siap Dorong Perdamaian Timteng dan Perjuangkan Palestina
GP Ansor mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengundang para mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, ketua umum partai politik, pimpinan ormas Islam, serta berbagai tokoh nasional untuk berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai situasi geopolitik global serta dampaknya bagi Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi kebangsaan lintas generasi kepemimpinan untuk merumuskan langkah terbaik bagi bangsa.
“Langkah Presiden Prabowo yang merangkul para tokoh bangsa merupakan teladan penting bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, bangsa Indonesia harus mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan kepentingan nasional di atas segala perbedaan,” ujar Addin.
Lihat video: Presiden Prabowo Kumpulkan Pimpinan Ormas Islam, Bahas Apa?
Addin juga menekankan ada dua hal yang perlu dijaga mengatasi dampak perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, yaitu ketahanan energi dan ketahanan pangan. “Anak muda harus mengambil peran penting dalam menjaga kedua ketahanan tersebut. GP Ansor siap membantu pemerintah dalam hal ini,” katanya.
GP Ansor juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menyikapi berbagai informasi terkait konflik internasional serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah bangsa.
“Perbedaan pandangan politik di dalam negeri tidak boleh menggerus persatuan bangsa. Dalam situasi global yang penuh gejolak, kekuatan terbesar Indonesia adalah persatuan nasional,” ucapnya.
Dengan semangat persatuan, GP Ansor optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin menilai konflik di Timur Tengah bukan hanya persoalan regional, tetapi memiliki implikasi luas terhadap rantai pasok energi global, stabilitas ekonomi, serta dinamika politik internasional yang pada akhirnya juga dapat mempengaruhi kondisi nasional.
Sejumlah pengamat menilai eskalasi perang di kawasan tersebut berpotensi mengganggu jalur pasokan energi dunia yang melewati Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting bagi sekitar 20%distribusi energi global.
“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, bangsa Indonesia perlu mengedepankan persatuan dan menghindari polarisasi yang dapat melemahkan kekuatan nasional,” katanya, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Di Depan Ratusan Ulama, Prabowo Siap Dorong Perdamaian Timteng dan Perjuangkan Palestina
GP Ansor mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengundang para mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, ketua umum partai politik, pimpinan ormas Islam, serta berbagai tokoh nasional untuk berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai situasi geopolitik global serta dampaknya bagi Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi kebangsaan lintas generasi kepemimpinan untuk merumuskan langkah terbaik bagi bangsa.
“Langkah Presiden Prabowo yang merangkul para tokoh bangsa merupakan teladan penting bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, bangsa Indonesia harus mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan kepentingan nasional di atas segala perbedaan,” ujar Addin.
Lihat video: Presiden Prabowo Kumpulkan Pimpinan Ormas Islam, Bahas Apa?
Addin juga menekankan ada dua hal yang perlu dijaga mengatasi dampak perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, yaitu ketahanan energi dan ketahanan pangan. “Anak muda harus mengambil peran penting dalam menjaga kedua ketahanan tersebut. GP Ansor siap membantu pemerintah dalam hal ini,” katanya.
GP Ansor juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menyikapi berbagai informasi terkait konflik internasional serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah bangsa.
“Perbedaan pandangan politik di dalam negeri tidak boleh menggerus persatuan bangsa. Dalam situasi global yang penuh gejolak, kekuatan terbesar Indonesia adalah persatuan nasional,” ucapnya.
Dengan semangat persatuan, GP Ansor optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.
(cip)
Lihat Juga :