Presiden Prabowo Gunakan Strategi Berjuang dari Dalam saat Bergabung BoP
Jum'at, 06 Maret 2026 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Teken Piagam Board of Peace, Presiden Prabowo: Peluang Nyata Perdamaian Gaza
"Tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah terutama wilayah teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung," tambahnya.
Ia meyakini, segala keputusan Prabowo akan tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Begitu pun sesuai dengan koridor konstitusi dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta Solusi Dua Negara (two-state solution).
"Kemudian juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel," kata Muhadjir.
Oleh karenanya, Indonesia akan terus berupaya menciptakan perdamaian bagi Palestina apapun konsekuensinya.
"Apapun konsekuensinya, ikhtiar untuk membangun apa Palestina merdeka itu harus terwujud. Dan itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin (BoP), di poin 19 dan poin 20 itu tegas bahwa memang tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina tadi berkoeksistensi dengan Israel. Saya kira itu yang menjadi pegangan kita," pungkas Muhadjir.
"Tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah terutama wilayah teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung," tambahnya.
Ia meyakini, segala keputusan Prabowo akan tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Begitu pun sesuai dengan koridor konstitusi dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta Solusi Dua Negara (two-state solution).
"Kemudian juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel," kata Muhadjir.
Oleh karenanya, Indonesia akan terus berupaya menciptakan perdamaian bagi Palestina apapun konsekuensinya.
"Apapun konsekuensinya, ikhtiar untuk membangun apa Palestina merdeka itu harus terwujud. Dan itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin (BoP), di poin 19 dan poin 20 itu tegas bahwa memang tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina tadi berkoeksistensi dengan Israel. Saya kira itu yang menjadi pegangan kita," pungkas Muhadjir.
(cip)
Lihat Juga :