Presiden Prabowo Gunakan Strategi Berjuang dari Dalam saat Bergabung BoP
Jum'at, 06 Maret 2026 - 13:37 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto disebut menggunakan strategy from within saat memutuskan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto disebut menggunakan strategy from within saat memutuskan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang merupakan bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J Trump.
Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy usai kegiatan Silaturahmi Presiden dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, (5/3/2026) malam.
Mantan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini menyebut, keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan sebuah strategi yang disiapkan Prabowo. Strategi itu sebagai bentuk perjuangan Indonesia menciptakan perdamaian dari internal forum strategis.
Baca juga: 5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026, Ini Daftarnya
"Strategi yang beliau (Prabowo) pilih adalah yang disebut dengan strategy from within. Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam," ujarnya.
Muhadjir pun menyebut, Presiden Prabowo mengungkapkan keanggotaan Indonesia dalam BoP tidak diputuskan secara tergesa-gesa. Sebelum memutuskan bergabung, sudah ada pembicaraan panjang dengan negara-negara di kawasan Teluk Persia. Sehingga, prosesnya tidak instan hingga menentukan bergabung.
"Beliau tadi menjelaskan tentang keanggotaan beliau atau Indonesia di BoP. Jadi beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BoP itu tidak serta-merta," kata Muhadjir.
Lihat video: Teken Piagam Board of Peace, Presiden Prabowo: Peluang Nyata Perdamaian Gaza
"Tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah terutama wilayah teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung," tambahnya.
Ia meyakini, segala keputusan Prabowo akan tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Begitu pun sesuai dengan koridor konstitusi dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta Solusi Dua Negara (two-state solution).
"Kemudian juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel," kata Muhadjir.
Oleh karenanya, Indonesia akan terus berupaya menciptakan perdamaian bagi Palestina apapun konsekuensinya.
"Apapun konsekuensinya, ikhtiar untuk membangun apa Palestina merdeka itu harus terwujud. Dan itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin (BoP), di poin 19 dan poin 20 itu tegas bahwa memang tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina tadi berkoeksistensi dengan Israel. Saya kira itu yang menjadi pegangan kita," pungkas Muhadjir.
Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy usai kegiatan Silaturahmi Presiden dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, (5/3/2026) malam.
Mantan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini menyebut, keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan sebuah strategi yang disiapkan Prabowo. Strategi itu sebagai bentuk perjuangan Indonesia menciptakan perdamaian dari internal forum strategis.
Baca juga: 5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026, Ini Daftarnya
"Strategi yang beliau (Prabowo) pilih adalah yang disebut dengan strategy from within. Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam," ujarnya.
Muhadjir pun menyebut, Presiden Prabowo mengungkapkan keanggotaan Indonesia dalam BoP tidak diputuskan secara tergesa-gesa. Sebelum memutuskan bergabung, sudah ada pembicaraan panjang dengan negara-negara di kawasan Teluk Persia. Sehingga, prosesnya tidak instan hingga menentukan bergabung.
"Beliau tadi menjelaskan tentang keanggotaan beliau atau Indonesia di BoP. Jadi beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BoP itu tidak serta-merta," kata Muhadjir.
Lihat video: Teken Piagam Board of Peace, Presiden Prabowo: Peluang Nyata Perdamaian Gaza
"Tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah terutama wilayah teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung," tambahnya.
Ia meyakini, segala keputusan Prabowo akan tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Begitu pun sesuai dengan koridor konstitusi dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta Solusi Dua Negara (two-state solution).
"Kemudian juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel," kata Muhadjir.
Oleh karenanya, Indonesia akan terus berupaya menciptakan perdamaian bagi Palestina apapun konsekuensinya.
"Apapun konsekuensinya, ikhtiar untuk membangun apa Palestina merdeka itu harus terwujud. Dan itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin (BoP), di poin 19 dan poin 20 itu tegas bahwa memang tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina tadi berkoeksistensi dengan Israel. Saya kira itu yang menjadi pegangan kita," pungkas Muhadjir.
(cip)
Lihat Juga :