Efek Konflik Timur Tengah, KJRI Kawal Ketat Kepulangan 10.000 Jemaah

Rabu, 04 Maret 2026 - 19:56 WIB
loading...
A A A
Meski operasi pemulangan mayoritas berjalan mulus, tantangan teknis di lapangan rupanya tetap tak terhindarkan. Berdasarkan pemutakhiran data per 3 Maret 2026, terdapat sekitar 300 jemaah yang terpaksa tertahan (stranded) dan tersebar di Kota Jeddah maupun Makkah. Akar masalahnya bermuara pada kacaunya jadwal penerbangan lanjutan serta rumitnya koordinasi administrasi visa transit.

Lihat video: Terjebak, Ribuan Orang Jemaah Umrah Indonesia Masih Belum Bisa Pulang


Merespons anomali tersebut, Tim Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah langsung mengeksekusi serangkaian langkah mitigasi darurat. Petugas memacu koordinasi tanpa henti dengan pihak maskapai guna mengunci kepastian jadwal keberangkatan pengganti. Pada saat yang sama, asupan konsumsi dan kebutuhan dasar ratusan jemaah yang menunggu dijamin sepenuhnya oleh negara.

Birokrasi administrasi yang tersendat juga langsung diambil alih dengan menekan pihak travel dan penanggung jawab visa. Guna membendung potensi penumpukan massa yang lebih besar, skema pemantauan bergilir selama 24 jam penuh diberlakukan secara ketat. Sementara itu, pada hari yang sama, otoritas memastikan tidak ada jadwal pemulangan jemaah umrah melalui bandara di Madinah.

Ilham menjamin situasi ratusan jemaah yang tertahan tetap terkendali berkat intervensi petugas di lapangan. “Prinsipnya, tidak boleh ada jemaah yang merasa ditinggalkan. Perlindungan dan pendampingan adalah tanggung jawab yang kami jalankan secara penuh,” tegasnya. KJRI Jeddah berkomitmen tidak akan mengendurkan kewaspadaan hingga jemaah terakhir tiba dengan aman di pelukan keluarga.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Rekomendasi
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Berita Terkini
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved