Efek Konflik Timur Tengah, KJRI Kawal Ketat Kepulangan 10.000 Jemaah

Rabu, 04 Maret 2026 - 19:56 WIB
loading...
Efek Konflik Timur Tengah,...
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mencatat akumulasi jemaah yang berhasil menembus krisis ini telah menyentuh angka puluhan ribu. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Eskalasi konflik yang membekap ruang udara kawasan Timur Tengah menuntut ketangkasan diplomasi operasional tingkat tinggi. Demi menjamin keselamatan nyawa warga negara, pemerintah Indonesia menggelar operasi pengawalan masif di simpul-simpul keberangkatan internasional. Hasilnya, gelombang evakuasi pemulangan jemaah umrah ke Tanah Air terus menunjukkan progres yang signifikan.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mencatat akumulasi jemaah yang berhasil menembus krisis ini telah menyentuh angka puluhan ribu. Sejak 28 Februari hingga 3 Maret 2026, total sebanyak 10.060 jemaah umrah telah mendarat dengan selamat di Indonesia. Khusus pada Selasa (3/3/2026) malam waktu setempat, ada 2.278 jemaah yang diterbangkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Manuver pengamanan berskala besar ini dipimpin langsung oleh Staf Teknis Urusan Haji dan Umrah KJRI Jeddah. Para petugas disebar untuk memagari seluruh area pelayanan jemaah, dengan titik fokus pada Terminal 1 dan Terminal Haji. Pendekatan ini merupakan wujud absolut dari komitmen negara dalam memproteksi warganya di episentrum krisis.

Baca juga: Pemerintah Diminta Amankan Keselamatan 58 Ribu Jemaah Umrah Terdampak Perang AS-Israel Vs Iran

Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menegaskan bahwa perlindungan jemaah adalah harga mati di tengah dinamika saat ini. “Kami memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan secara langsung, mulai dari proses check-in hingga keberangkatan,” ujarnya. Ia menggarisbawahi bahwa negara hadir secara nyata, terutama bagi jemaah yang tersandung kendala penerbangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Rekomendasi
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Berita Terkini
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved