Penutupan Selat Hormuz, Dubes: Kapal Induk AS Datang dan Serang Integritas Iran

Senin, 02 Maret 2026 - 22:03 WIB
loading...
Penutupan Selat Hormuz,...
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menjelaskan alasan negaranya menutup Selat Hormuz. Langkah tersebut dipicu upaya Amerika Serikat yang mencoba menginvasi kawasan tersebut. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menjelaskan alasan negaranya menutup Selat Hormuz . Langkah tersebut dipicu upaya Amerika Serikat yang mencoba menginvasi kawasan tersebut.

Boroujerdi mengatakan, situasi serupa juga pernah terjadi dalam perang 12 hari yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Saat itu, rezim Israel mendorong eskalasi konflik hingga mengarah ke kawasan yang menjadi jalur penghubung utama antara Teluk Persia dan Laut Oman.

Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh

"Kali ini kapal-kapal Induk Amerika datang ke wilayah Selat Hormuz dan menyerang integritas Iran, kesatuan Iran dan wilayah Republik Islam Iran," tutur Boroujerdi di kediaman Dubes Iran untuk Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Apabila Amerika Serikat dan Israel ingin menciptakan keamanan di kawasan tersebut, maka hal itu harus berlaku bagi semua negara. Dia menilai keamanan di Selat Hormuz tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak.

"Apabila mereka mengharapkan keamanan bagi Selat Hormuz dan wilayah di sana tentu keamanan dan kenyamanan ini harus berlaku untuk setiap negara yang berada di sana. Jika mereka ingin aman, kami pun sama," ujarnya.

Da juga menegaskan Iran merupakan negara yang selama ratusan tahun berperan menjaga keamanan di kawasan tersebut. Iran tidak menginginkan adanya ketidakstabilan di Selat Hormuz.

"Tentu Iran merupakan pihak yang sejak ratusan tahun lalu menjadi pihak yang menyebarluaskan keamanan di kawasan Selat Hormuz menjadi pengawas utama di Selat Hormuz dan tidak ingin agar ketidakamanan terjadi di sana," katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
Bakal Hadiri Prosesi...
Bakal Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatulloh Khamenei, Ketua MPR: Saya Diutus Presiden
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Rekomendasi
Halftime Show Final...
Halftime Show Final Piala Dunia 2026 Bertabur Bintang, Ada BTS hingga Justin Bieber
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Berita Terkini
Momen Mendagri Nobar...
Momen Mendagri Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Warga Menteng Tenggulun
Kuntadi Diusulkan Jadi...
Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus Gantikan Febrie, Mensesneg: Minggu Ini Akan Kita Selesaikan
Prabowo Gelar Sidang...
Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Sore Ini, Bahas Percepatan Program-Evaluasi
Putusan Praperadilan...
Putusan Praperadilan Jilid II Roy Suryo Dibacakan Hari Ini, Berikut Isi Petitumnya
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
Teka-teki Silang Perkara...
Teka-teki Silang Perkara Pidana Eks Jampidsus
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved