Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah

Senin, 02 Maret 2026 - 09:34 WIB
loading...
Kisah Heroik Try Sutrisno,...
Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Indonesia berduka, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno meninggal dunia pada hari ini di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Selama hidupnya, Try Sutrisno memiliki andil besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kiprahnya di dunia militer tak perlu diragukan, pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur 15 November 1935 ini merupakan anak dari pasangan Soebandi yang berprofesi sebagai sopir ambulans di Rumah Sakit Belanda dan Mardiyah.

Try Sutrisno yang lahir di masa Revolusi Kemerdekaan, merasakan sulitnya hidup di masa itu. Bahkan, Try Sutrisno harus mengungsi ke Mojokerto ketika Belanda yang berkedok NICA mendarat di Surabaya. Untuk membantu orang tuanya, Try Sutrisno menjual air minum di stasiun. Termasuk berjualan koran dan rokok.

Baca juga: Kabar Duka, Try Sutrisno Meninggal Dunia

Sekitar 1948, Try Sutrisno kemudian menjadi Tobang (pesuruh) di markas tentara tidak jauh dari tempatnya mengungsi di Purwosari, Kediri. Keberhasilannya dalam menjalankan tugas sebagai Tobang membuat Try Sutrisno dipercaya menjadi Penyidik Dalam (PD) Batalyon Poncowati.

Tugasnya adalah memberikan informasi penting kepada pejuang yang masih bertahan di Surabaya. Kehidupan semakin membaik setelah perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB). Bersama keluarganya, Try Sutrisno kembali ke rumahnya di Surabaya. Setelah lulus dari SMA, Try Sutrisno kemudian mendaftar di Atekad. Sayangnya, dia gagal dalam pemeriksaan fisik.

Baca juga: Jejak Pendidikan Try Sutrisno, Berawal dari Taruna Atekad hingga Jadi Panglima TNI

Meskipun demikian, Mayor Jenderal GPH Djatikusumo tertarik dengan Try Sutrisno dan memanggilnya kembali. Try Sutrisno akhirnya mengikuti tes kembali di Bandung, Jawa Barat, dan diterima di Atekad. Dari sinilah pengabdiannya di dunia militer di mulai.

Jadi Ajudan karena Wajah Mirip Anak Presiden Soeharto

Karier Try Sutrisno mulai menanjak ketika Presiden Soeharto tengah mencari seorang ajudan. Wajahnya yang mirip dengan Tommy Soeharto, putra dari Presiden ke-2 RI Soeharto membuatnya kelak menjadi orang nomor satu di tubuh militer.

Dikutip dari buku biografinya berjudul “Jenderal TNI Try Sutrisno Sosok Arek Suroboyo” yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad) diceritakan, saat itu Presiden Soeharto tengah mencari ajudan baru untuk menggantikan Kolonel Suharso.

”Ketika itu, Soeharto meminta pada stafnya untuk menyiapkan seorang ajudan yang wajahnya mirip Tommy putranya. Setelah dicek ternyata yang mirip itu Try Sutrisno,” tulis buku tersebut dikutip SINDOnews, Senin (2/3/2026).

Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah

Selain sesuai keinginan Presiden Soeharto, pengangkatan Try Sutrisno sebagai ajudan juga sesuai dengan prosedur dan kriteria di internal Angkatan Darat. Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn) Sayidiman Surjohadiprodjo mengaku, dirinya yang mengajukan Try Sutrisno sebagai calon ajudan Presiden Soeharto.

Sementara dalam buku B. Wiwoho berjudul “Memori Jenderal Yoga” diceritakan, pada suatu malam di pertengahan 1973 di Kantor Ali Murtopo di Jalan Tanah Abang III No 25, Tanah Abang Jakarta Pusat, Kolonel Prasetyo Sudarto yang merupakan senior Try Sutrisno di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad), dipanggil untuk ditugaskan menjadi ajudan Presiden Soeharto. Namun, Sudarto yang sudah terbiasa berpakaian dan berprilaku sipil karena bertugas di Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) merasa tugas menjadi ajudan cukup berat.

Sudarto pun memohon agar diizinkan menolak tugas tersebut. Ali Murtopo yang saat itu menjabat Wakil Kepala BAKIN merangkap Asisten Pribadi (Aspri) Presiden Bidang Khusus memahami alasan yang disampaikan Sudarto dan meminta masukan siapa nama yang layak dicalonkan untuk menggantikannya.

”Tatkala nama Try Sutrisno diajukan dengan sejumlah pujian dan rekomendasi positif spontan Ali Murtopo menyetujui,” tulis buku tersebut.

Akhirnya Letnan Kolonel (Letkol) Czi Try Sutrisno secara resmi diangkat menjadi ajudan Presiden Soeharto. Sementara itu, Try Sutrisno yang mengetahui dirinya diajukan sebagai ajudan Presiden Soeharto mengaku terkejut karena tidak ada dalam pikirannya untuk menjabat sebagai ajudan Presiden. Try Sutrisno menyadari ajudan Presiden harus orang yang cerdas, sehat jasmani dan rohani.

”Pengangkatan menjadi ajudan Presiden merupakan tanggung jawab yang tidak bisa dianggap karena menyangkut tugas Presiden. Menjadi ajudan harus siap setiap saat untuk melayani kegiatan Presiden yang cukup padat,” ucap Try Sutrisno.

Selama menjadi ajudan, Try Sutrisno tidak hanya mendampingi Presiden Soeharto melakukan kunjungan di dalam maupun luar negeri. Namun juga menjaga kerahasiaan setiap kegiatan yang dilakukan orang nomor satu di negara ini dengan tidak memberitahukan kepada siapa pun tentang apa yang dilihat dan didengar dari Presiden. Termasuk kepada Panglima ABRI. Hanya kalangan terbatas yang boleh tahu di antaranya, Ketua G-I/Sintel Hankam Mayjen TNI Benny Moerdani.

Setelah empat tahun menjabat sebagai ajudan Presiden Soeharto, karier Try Sutrisno terus menanjak dengan ditunjuknya sebagai Kasdam IX/Udayana. Tugas dan tanggung jawab Kodam IX/Udayana sangat strategis ketika itu karena membawahi empat provinsi di antaranya, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor-Timur. Setelah menjabat tidak lebih dari 1 tahun, Try Sutrisno dipercaya menjadi Pangdam IV/Sriwijaya.

Setelah tiga tahun menjabat sebagai Pangdam IV/Sriwijaya kariernya terus mentereng dengan dipercaya menjadi Pangdam Jaya. Saat memimpin Kodam Jaya, beberapa peristiwa besar sempat terjadi di antaranya, ledakan gudang mesiu di Cilandak, Jakarta Selatan dan kerusuhan massa di Tanjung Priok.

Setelah dua tahun delapan bulan menjabat Pangdam Jaya, Try Sutrisno dipromosikan menjadi Wakasad mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Rudini. Pangkatnya pun naik menjadi Jenderal Bintang Tiga.

Pengangkatan ini menandai naiknya generasi pasca 45 ke jajaran pimpinan TNI AD. Baru sepuluh bulan menjabat Wakasad, tepat pada 7 Juni 1986 Try Sutrisno resmi menjadi KSAD ke-15 menggantikan Jenderal TNI Rudini.

Puncak kariernya di militer diraih Try Sutrisno ketika diangkat menjadi Panglima ABRI menggantikan Jenderal TNI L.B Moerdani. Tak lama kemudian, dia diangkat menjadi Wakil Presiden (Wapres) mendampingi Presiden Soeharto menjalankan pemerintahan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Agum Gumelar: Biar Wajahnya Garang, tapi Humanis
Prabowo Beri Penghormatan...
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Ryamizard Ryacudu
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
Upacara Penyerahan Jenazah...
Upacara Penyerahan Jenazah Try Sutrisno kepada Negara di Masjid Sunda Kelapa
Prabowo Pimpin Pemakaman...
Prabowo Pimpin Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata, Gibran Hadir
Rekomendasi
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Berita Terkini
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved