PUI Kecam Agresi Militer AS-Israel ke Iran: Ini Neo Imperialisme!

Minggu, 01 Maret 2026 - 15:40 WIB
loading...
A A A
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi negara-negara Muslim bahwa apa yang dilakukan Amerika-Israel terhadap Iran tentu saja dapat dilakukan juga kepada negara lainnya, termasuk Indonesia,” ujar Dosen Hubungan Internasional Universitas Paramadina itu.

Dalam kesempatan tersebut, Wibisono juga mengkritik keras keberadaan Board of Peace (BOP), sebuah dewan perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyoroti masuknya Israel sebagai anggota dalam dewan tersebut, yang dinilainya semakin memperjelas bias dan ketidakadilan forum itu.

PUI mendesak pemerintah Indonesia untuk mengkaji ulang posisi keikutsertaannya dalam Board of Peace. “Kami meminta pemerintah Indonesia mengkaji ulang posisi keikutsertaannya dalam Board of Peace (BOP), apalagi setelah melihat masuknya Israel sebagai salah satu anggota dalam dewan perdamaian tersebut dan tindakan Amerika yang melakukan tindakan sepihak terhadap banyak negara termasuk Iran dan Venezuela,” kata Adhe.

Dia juga menyoroti mandulnya hukum internasional dan lembaga-lembaga dunia seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dinilai telah kehilangan wibawa dan peranannya. Menurutnya, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump menjalankan politik luar negeri secara unilateral dan ugal-ugalan.

“Saya menilai bahwa hukum internasional saat ini sudah tidak berfungsi lagi, bahwa lembaga-lembaga internasional seperti PBB tidak berjalan dan kehilangan wibawa dan peranannya. Amerika Serikat menjalankan politik luar negerinya dalam kerangka imperialisme dan berlaku secara unilateral dan ugal-ugalan. Amerika bukanlah 'polisi dunia' seperti yang diklaimnya, tetapi adalah penjahat demokrasi yang menjadi ancaman perdamaian,” imbuhnya.

Ia memberikan contoh tindakan sepihak Amerika seperti penculikan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dan pembunuhan terhadap Ayatollah Ali Khamenei. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan, meskipun Amerika mencoba membenarkannya dengan dalih menjaga perdamaian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Di Forum Internasional...
Di Forum Internasional Malaysia, PUI Tegaskan Dukungan Pembebasan Ghannouchi
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Berita Terkini
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved