PUI Kecam Agresi Militer AS-Israel ke Iran: Ini Neo Imperialisme!

Minggu, 01 Maret 2026 - 15:40 WIB
loading...
A A A
PUI juga mempertanyakan soal iuran sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17 triliun yang dibebankan Trump kepada negara-negara yang ingin bergabung dalam Board of Peace, termasuk Indonesia. Dr. Wibisono mendesak adanya transparansi terkait penggunaan dana tersebut.

“Kami mempertanyakan opsi iuran 1 miliar USD (Rp17 triliun) yang dibebankan Trump kepada negara-negara yang ingin menjadi anggota BOP, termasuk Indonesia. Perlu diperlakukan transparansi terhadap penggunaan uang tersebut, apakah operasi militer AS yang dilakukan terhadap Iran justru menggunakan uang iuran tersebut?” tanyanya.

Sebagai penutup, Dr. Wibisono menegaskan agar Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mundur dari Board of Peace. Ia menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum itu dapat mengganggu posisi Indonesia dalam menjalankan politik bebas aktif yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 serta sikap menentang penjajahan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.

“Kami juga meminta Presiden Prabowo untuk mengkaji ulang keanggotaan Indonesia ke dalam Board of Peace dan menyatakan mundur dari dewan yang dibentuk Trump tersebut. Keberadaan Indonesia di dalam forum itu akan mempersulit posisi Indonesia dalam menegakkan politik bebas aktif, dan posisi dasar Indonesia yang menentang penjajahan di atas muka bumi. Sesuai pesan Bung Karno, selama kemerdekaan Bangsa Palestina belum diserahkan, selama itulah Bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Di Forum Internasional...
Di Forum Internasional Malaysia, PUI Tegaskan Dukungan Pembebasan Ghannouchi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Rekomendasi
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Gagal Menang atas RD Kongo di Piala Dunia 2026
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved