AS-Israel Serang Iran, Dino Patti Djalal Sebut Ide Prabowo Jadi Penengah Sangat Tidak Realistis

Minggu, 01 Maret 2026 - 13:40 WIB
loading...
AS-Israel Serang Iran,...
Presiden Prabowo Subianto. Foto/Dok BPMI
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengomentari pernyataan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bahwa Presiden Prabowo Subianto siap terbang ke Teheran untuk menjadi penengah. Menurut Dino, ide ini sangat tidak realistis.

Dalam pernyataannya di Instagram resminya @dinopattidjalal, Dino berpandangan bahwa dalam serangan militer ke musuhnya, AS jarang mau ditengahi atau dimediasi pihak ketiga.

"Ego Amerika sebagai negara super power terlalu tinggi untuk menerima itu. Dan saya juga meyakini Presiden Trump tidak mau Indonesia ikut campur karena mood-nya pada saat ini sedang gelap mata menumbangkan pemerintah Iran," kata Dino, dikutip Minggu (1/3/2026).

Baca Juga: Mantan Dubes RI Ungkap Penyebab Trump Ingin Kuasai Iran

Dino mengatakan, berdasarkan informasi temannya di Washington DC bahwa serangan AS terhadap Iran juga sebuah upaya untuk mengalihkan isu Epstein Files. "Yang sekarang semakin merongrong pribadi Presiden Donald Trump," ujarnya.

Kemudian, kata Dino, pemerintah Iran belakangan ini tidak begitu dekat dengan pemerintah Indonesia. Dalam 15 bulan terakhir Presiden Prabowo tak pernah bertemu Presiden Iran dan juga tidak pernah berkunjung ke negara itu.

Baca Juga: Ini 4 Calon Pengganti setelah Khamenei Tewas di Tangan AS-Israel

"Dan tak pernah ada pertemuan bilateral antara kedua pemimpin di negara ketiga misalnya sewaktu KTT BRICS atau sewaktu KTT D-8. Menlu Sugiono juga tidak pernah melakukan kunjungan bilateral ke Teheran, walaupun pernah bertemu sekali dengan Menlu Iran di Jenewa. Dengan kata lain, belum ada kedekatan atau trust dari pemerintah Iran terhadap pemerintah Indonesia sekarang ini," ucapnya.

Lalu, menurut Dino, kalau Prabowo merencanakan ke Teheran melakukan mediasi, tidak mungkin Trump atau sebagai pihak menyerang Iran akan bersedia berkunjung ke Teheran. "Ini tidak realistis dan tidak akan mungkin terjadi," katanya.

Dino menekankan, dalam upaya mediasi juga tidak akan mungkin lagi jika Prabowo harus bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang utama menyerang Iran.

"Ini kan secara politik, diplomatik, dan logistik tidak mungkin terjadi dan ini akan menjadi bunuh diri politik bagi Presiden Prabowo di dalam negeri. Jadi saya sungguh tidak tahu dari mana datangnya ide yang menakjubkan ini agar Presiden terbang ke Teheran untuk menjadi mediator konflik segitiga ini," kata Dino.



Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," ujar Kemlu dalam pernyataannya di akun X.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Rekomendasi
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Tanpa Somasi, Sarwendah...
Tanpa Somasi, Sarwendah Laporkan Akun Media Sosial yang Diduga Cemarkan Nama Baik
Berita Terkini
Roy Suryo Siapkan Rekaman...
Roy Suryo Siapkan Rekaman Video Penangkapannya sebagai Bukti Praperadilan
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved