Wakil Ketua MPR Tegaskan Peran Strategis Santri untuk Negeri
Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
“Undang-undang ini adalah pengakuan negara terhadap peran besar pesantren dalam mencetak generasi berilmu, menjaga akhlak umat, serta menggerakkan kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Dengan jumlah lebih dari puluhan ribu pesantren dan jutaan santri di Indonesia, pesantren merupakan modal sosial bangsa yang harus terus diperkuat melalui dukungan anggaran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Dia berpesan langsung kepada para santri agar terus meningkatkan kapasitas diri dan berani memiliki cita-cita besar demi masa depan bangsa. “Negeri ini tidak hanya butuh orang pintar. Negeri ini butuh orang benar. Santri mandiri adalah tiang negeri. Umat berdaya adalah nafas kemajuan,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan dan kegiatan pesantren, Ibas menyerahkan bantuan berupa 10 Al-Qur’an untuk santriwati, 10 Al-Qur’an bagi santri, perlengkapan ibadah berupa sajadah dan mukena, serta satu komputer guna menunjang kegiatan belajar mengajar di lingkungan pondok pesantren.
Ibas juga mengajak seluruh elemen pesantren menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ukhuwah, menebarkan nilai kedamaian, serta bersama-sama membangun Indonesia yang maju dan berkeadilan. “Ramadan religi, menguatkan negeri. Santri mandiri, umat berdaya, Indonesia maju,” katanya.
Dengan jumlah lebih dari puluhan ribu pesantren dan jutaan santri di Indonesia, pesantren merupakan modal sosial bangsa yang harus terus diperkuat melalui dukungan anggaran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Dia berpesan langsung kepada para santri agar terus meningkatkan kapasitas diri dan berani memiliki cita-cita besar demi masa depan bangsa. “Negeri ini tidak hanya butuh orang pintar. Negeri ini butuh orang benar. Santri mandiri adalah tiang negeri. Umat berdaya adalah nafas kemajuan,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan dan kegiatan pesantren, Ibas menyerahkan bantuan berupa 10 Al-Qur’an untuk santriwati, 10 Al-Qur’an bagi santri, perlengkapan ibadah berupa sajadah dan mukena, serta satu komputer guna menunjang kegiatan belajar mengajar di lingkungan pondok pesantren.
Ibas juga mengajak seluruh elemen pesantren menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ukhuwah, menebarkan nilai kedamaian, serta bersama-sama membangun Indonesia yang maju dan berkeadilan. “Ramadan religi, menguatkan negeri. Santri mandiri, umat berdaya, Indonesia maju,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :