Sekum PP Muhammadiyah: Ramadan Bulan Kerukunan
Rabu, 25 Februari 2026 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
“Banyak membaca Al-Qur'an dengan pelan-pelan, dengan penuh penghayatan dan penuh harapan agar mendapatkan hidayat dan mendapatkan kebaikan dalam kehidupan kita,” jelas Mu’ti.
Kemuliaan lain Ramadan juga sering disebut sebagai syahru sadaqah, bulan yang di dalamnya banyak bersedekah. Dalam hadis qudsi disebutkan Rasulullah Muhammad manusia yang paling dermawan. Kedermawanan Nabi semakin meningkat di bulan Ramadan.
Ramadan juga menjadi shahru ukuwah, bulan persaudaraan di dalamnya banyak sekali dilaksanakan kegiatan sosial.
Buka bersama menurut Mu’ti awalnya dari pengamalan terhadap hadits Nabi yang menjelaskan, “barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan pahala sama dengan mereka yang berbuka tanpa mengurangi pahala.
Tradisi buka bersama di Indonesia diikuti oleh masyarakat berbagai agama yang berpuasa maupun tidak berpuasa. Mu’ti berpandangan itu menunjukkan betapa rahmat dari pengamalan ajaran islam dirayakan oleh semua kalangan masyarakat apapun agamanya. “Bahkan buka bersama itu menjadi momen di mana semua orang bahagia”, ucapnya.
Hadist Nabi menyebutkan Lish-shoo'imi farhatani yafra-huma: idzaa afthara fariha bifithrihi, wa idzaa laqiya Rabbahu fariha bishawmihi. "Bagi orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka puasa, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya" (HR. Bukhari dan Muslim).
Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan. Pertama, bahagia ketika berbuka Ketika sedang berbuka itu sebenarnya bahagia. Kemudian kebahagiaan yang kedua adalah ketika nanti di hari akhir nanti bertemu Allah di surga.
Karena itu Ramadan menjadi bulan persatuan, bulan kerukunan syahru ukuwah. “Saya kira kalau berbuka bersama itu tidak ada pertanyaan misalnya kelompok rukyat atau hisab, itu tidak ada perdebatan siapa yang berbuka duluan, semuanya sama” seloroh Mu’ti mengundang tawa jamaah.
Di Masjid Al Falah, Abdul Mu’ti menyaksikan lomba anak-anak mewarnai gambar masjid, dan meresmikan Kantor Layanan Lazis Muhammadiyah, dilanjutkan buka bersama. Usai salat Tarawih Abdul Mu’ti dikerumuni murid-murid yang antri minta tanda tangan tugas sekolah dari dirinya selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Setelah salat Tarawih Mendikdasmen menandatangani tugas-tugas Ramadan siswa di Masjid Al Falah, Bendungan Hilir, Sudirman, Jakarta Pusat.
Kemuliaan lain Ramadan juga sering disebut sebagai syahru sadaqah, bulan yang di dalamnya banyak bersedekah. Dalam hadis qudsi disebutkan Rasulullah Muhammad manusia yang paling dermawan. Kedermawanan Nabi semakin meningkat di bulan Ramadan.
Ramadan juga menjadi shahru ukuwah, bulan persaudaraan di dalamnya banyak sekali dilaksanakan kegiatan sosial.
Buka bersama menurut Mu’ti awalnya dari pengamalan terhadap hadits Nabi yang menjelaskan, “barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan pahala sama dengan mereka yang berbuka tanpa mengurangi pahala.
Tradisi buka bersama di Indonesia diikuti oleh masyarakat berbagai agama yang berpuasa maupun tidak berpuasa. Mu’ti berpandangan itu menunjukkan betapa rahmat dari pengamalan ajaran islam dirayakan oleh semua kalangan masyarakat apapun agamanya. “Bahkan buka bersama itu menjadi momen di mana semua orang bahagia”, ucapnya.
Hadist Nabi menyebutkan Lish-shoo'imi farhatani yafra-huma: idzaa afthara fariha bifithrihi, wa idzaa laqiya Rabbahu fariha bishawmihi. "Bagi orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka puasa, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya" (HR. Bukhari dan Muslim).
Dua Kebahagiaan
Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan. Pertama, bahagia ketika berbuka Ketika sedang berbuka itu sebenarnya bahagia. Kemudian kebahagiaan yang kedua adalah ketika nanti di hari akhir nanti bertemu Allah di surga.
Karena itu Ramadan menjadi bulan persatuan, bulan kerukunan syahru ukuwah. “Saya kira kalau berbuka bersama itu tidak ada pertanyaan misalnya kelompok rukyat atau hisab, itu tidak ada perdebatan siapa yang berbuka duluan, semuanya sama” seloroh Mu’ti mengundang tawa jamaah.
Di Masjid Al Falah, Abdul Mu’ti menyaksikan lomba anak-anak mewarnai gambar masjid, dan meresmikan Kantor Layanan Lazis Muhammadiyah, dilanjutkan buka bersama. Usai salat Tarawih Abdul Mu’ti dikerumuni murid-murid yang antri minta tanda tangan tugas sekolah dari dirinya selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Setelah salat Tarawih Mendikdasmen menandatangani tugas-tugas Ramadan siswa di Masjid Al Falah, Bendungan Hilir, Sudirman, Jakarta Pusat.
(shf)
Lihat Juga :