Doxa Ijazah Jokowi dan Pertarungan Ruang Publik
Selasa, 24 Februari 2026 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Bourdieu mengemukakan, wacana dominan (doxa) yang dianggap suatu kewajaran selalu berhadapan dengan wacana tandingan (heterodoxa). Wacana dominan mempertahankan dirinya melalui posisi ortodoks. Sementara wacana marginal berusaha menggugatnya.
Ketika suatu wacana telah mendominasi, ia berubah menjadi norma yang diterima tanpa dipertanyakan. Dalam situasi demikian, negara dan elite kekuasaan memiliki kemampuan besar membentuk persepsi publik.
Ironisnya, demokrasi justru lahir dari keberanian heterodoxa. Hampir semua perubahan sosial besar bermula dari orang-orang yang dianggap mengganggu ketertiban berpikir pada zamannya.
Kontroversi ijazah Jokowi menjadi contoh konkret. Doxa yang berkembang adalah keyakinan ijazah seorang presiden pasti benar dan tidak perlu dipersoalkan. Ketika Roy dkk menantang doxa tersebut, mereka justru dipandang sebagai pembuat keonaran.
Dalam sejarah intelektual Prancis, Pierre Bourdieu pernah aktif melakukan demonstrasi pada 1990-an dengan mengajak ribuan akademisi menolak gagasan pasar bebas. Ia menegaskan, kaum intelektual harus bersuara bagi kelompok yang didominasi. Intelektual harus kritis membuka tabir yang terselubung dalam ortodoksi. Bourdieu bertransformasi dari seorang akademisi menjadi figur publik kritis yang berpengaruh dalam politik Prancis.
Fenomena serupa diklaim terjadi pada Roy dkk. Mereka bertiga berupaya mengungkap apa yang mereka sebut sebagai “kekuasaan tersembunyi” di balik doxa ijazah. Mereka menilai tindakan tersebut bukan fitnah, melainkan analisis akademis independen. Aktivitas mereka di media sosial berhasil menarik perhatian publik, akademisi, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Ketika suatu wacana telah mendominasi, ia berubah menjadi norma yang diterima tanpa dipertanyakan. Dalam situasi demikian, negara dan elite kekuasaan memiliki kemampuan besar membentuk persepsi publik.
Ironisnya, demokrasi justru lahir dari keberanian heterodoxa. Hampir semua perubahan sosial besar bermula dari orang-orang yang dianggap mengganggu ketertiban berpikir pada zamannya.
Kontroversi ijazah Jokowi menjadi contoh konkret. Doxa yang berkembang adalah keyakinan ijazah seorang presiden pasti benar dan tidak perlu dipersoalkan. Ketika Roy dkk menantang doxa tersebut, mereka justru dipandang sebagai pembuat keonaran.
Dalam sejarah intelektual Prancis, Pierre Bourdieu pernah aktif melakukan demonstrasi pada 1990-an dengan mengajak ribuan akademisi menolak gagasan pasar bebas. Ia menegaskan, kaum intelektual harus bersuara bagi kelompok yang didominasi. Intelektual harus kritis membuka tabir yang terselubung dalam ortodoksi. Bourdieu bertransformasi dari seorang akademisi menjadi figur publik kritis yang berpengaruh dalam politik Prancis.
Doxa ijazah
Fenomena serupa diklaim terjadi pada Roy dkk. Mereka bertiga berupaya mengungkap apa yang mereka sebut sebagai “kekuasaan tersembunyi” di balik doxa ijazah. Mereka menilai tindakan tersebut bukan fitnah, melainkan analisis akademis independen. Aktivitas mereka di media sosial berhasil menarik perhatian publik, akademisi, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Lihat Juga :