Doxa Ijazah Jokowi dan Pertarungan Ruang Publik

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:31 WIB
loading...
A A A
Kehadiran figur ahli hukum seperti Refly Harun turut memperluas jangkauan audiens hingga jutaan penonton. Ketika ratusan ribu bahkan jutaan orang menonton, terlihat jelas publik sebenarnya haus pada perdebatan terbuka. Dahaga ini muncul karena demokrasi yang hadir terlalu nyaman dengan konsensus semu.

Dalam posisi ini, Roy dkk menempatkan diri sebagai profesional yang menantang ortodoksi. Tidak adanya partai politik yang secara terbuka mempertanyakan keaslian ijazah presiden memperkuat posisi Roy dkk sebagai aktor di luar struktur politik formal. Seiring waktu, sebagian akademisi, purnawirawan, dan organisasi masyarakat mulai mempertanyakan kembali doxa yang sebelumnya diterima begitu saja tentang ijazah Jokowi ini.

John B. Thompson (1991) menjelaskan, dalam masyarakat modern, perjuangan politik berlangsung melalui ruang publik yang diisi oleh para profesional. Profesionalitas menjadi alat produksi politik: strategi media, pendekatan hukum, serta mobilisasi opini publik menjadi bagian dari proses tersebut.

Roy dkk mengklaim diri sebagai akademisi dan peneliti yang mentransformasikan pandangan profesional mereka ke ruang publik. Roy Suryo berasal dari bidang telematika, Rismon Sianipar dari digital forensik, dan dr. Tifa dari neurosains. Mereka mempresentasikan analisis sesuai keahliannya dalam buku Jokowi’s White Paper. Selanjutnya Roy dkk mengonstruksi cara pandang profesional terhadap isu ijazah.

Upaya mengungkap relasi kekuasaan yang dianggap normal sering kali memicu resistensi sosial. Bourdieu (1991) menyatakan, penelitian yang membongkar relasi kekuasaan dapat dipersepsikan sebagai ancaman terhadap tatanan sosial. Dalam konteks ini, tuduhan pencemaran nama baik muncul sebagai konsekuensi dari pertarungan wacana tersebut.

Kontroversi ini berpotensi akan berlanjut hingga proses pengadilan. Jika setiap keraguan terhadap pejabat publik atau mantan pejabat publik menjadi perkara hukum, maka ruang publik perlahan-lahan berubah menjadi ruang kepatuhan. Rakyat ragu bertanya dan harus tetap patuh terhadap wacana yang ada. Selanjutnya, para pemikir akan diam. Mereka takut dikriminalisasi atas keraguan dan klaim di ruang publik.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
Rekomendasi
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
Berita Terkini
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved