Baznas Bersama Dubes Palestina Bahas Peta Jalan Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza
Selasa, 24 Februari 2026 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
“Komitmen kami untuk membantu Palestina tidak akan pernah surut dan terus kami upayakan berlangsung hingga saat ini tanpa henti. Setiap paket bantuan yang sampai ke tangan mereka kami distribusikan dengan penuh ketulusan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Kiai Noor memaparkan berbagai tantangan logistik dan blokade yang kerap menghambat laju bantuan, khususnya di wilayah Gaza. Melalui koordinasi erat dengan Kedutaan Besar Palestina, diharapkan lahir mekanisme penyaluran yang lebih lancar, termasuk penguatan akses beasiswa bagi pelajar Palestina yang selama ini menghadapi kendala birokrasi.
Lihat video: RI Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian, Presiden Bahas Misi Gaza
“Kami akan terus mendistribusikan bantuan yang sering kali dilakukan dengan air mata yang menetes melihat penderitaan saudara-saudara kita di sana,” tambahnya.
Sementara itu, Duta Besar Palestina H.E. Abdalfatah A.K. Alsattari mengungkapkan kondisi krisis di Gaza yang ia sebut lebih buruk dari dampak bom nuklir di Jepang. Dari korban yang selamat, sekitar 40% di antaranya kehilangan anggota tubuh, di mana mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.
“Orang-orang di Gaza kini tidak lagi memiliki rumah, tidak ada kamar tidur, dapur, ruang tamu, bahkan kamar mandi. Mereka telah menghancurkan 85% rumah penduduk," katanya.
Kiai Noor memaparkan berbagai tantangan logistik dan blokade yang kerap menghambat laju bantuan, khususnya di wilayah Gaza. Melalui koordinasi erat dengan Kedutaan Besar Palestina, diharapkan lahir mekanisme penyaluran yang lebih lancar, termasuk penguatan akses beasiswa bagi pelajar Palestina yang selama ini menghadapi kendala birokrasi.
Lihat video: RI Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian, Presiden Bahas Misi Gaza
“Kami akan terus mendistribusikan bantuan yang sering kali dilakukan dengan air mata yang menetes melihat penderitaan saudara-saudara kita di sana,” tambahnya.
Sementara itu, Duta Besar Palestina H.E. Abdalfatah A.K. Alsattari mengungkapkan kondisi krisis di Gaza yang ia sebut lebih buruk dari dampak bom nuklir di Jepang. Dari korban yang selamat, sekitar 40% di antaranya kehilangan anggota tubuh, di mana mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.
“Orang-orang di Gaza kini tidak lagi memiliki rumah, tidak ada kamar tidur, dapur, ruang tamu, bahkan kamar mandi. Mereka telah menghancurkan 85% rumah penduduk," katanya.
Lihat Juga :