Jelang Muktamar ke-35, Institut Nahdliyin Nusantara Ungkap 14 Kandidat Ketum PBNU
Selasa, 24 Februari 2026 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
“Desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU menjadi salah satu indikator keinginan besar lahirnya nakhoda baru di tubuh PBNU. Kita mesti menjaga kesadaran ini sampai Muktamar ke-35 berlangsung, agar tercipta kepemimpinan baru PBNU yang lebih baik, berintegritas, dan sesuai dengan zaman di abad kedua NU,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Lihat video: Konflik Internal PBNU Memanas!
Insantara juga menemukan data yang cukup mengejutkan terkait mekanisme pemilihan. Temuan menunjukkan 90% elemen NU menghendaki sistem Ahwa diterapkan penuh bagi Syuriyah (Rais Aam) dan Tanfidziyah (Ketua Umum) di Muktamar mendatang.
“Pergantian kepemimpinan PBNU ini bukan sekadar rutinitas manajerial, melainkan titik tolak krusial bagi Nahdlatul Ulama dalam menavigasi tata kelola keumatan yang lebih progresif dan berintegritas di abad keduanya,” ucapnya.
Berikut ini 14 kandidat yang berpeluang potensial tersebut:
• Klaster PBNU: Prof. KH Nuh DEA, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Syaifullah Yusuf, dan KH Zulfa Mustofa.
• Klaster PWNU: KH Abd Ghaffar Rozin, KH Abd Hakim Mahfudz, dan KH Juhadi Muhammad.
• Klaster Tokoh NU dan Pesantren: KH Imam Jazuli, KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudlori, dan KH Marzuqi Mustamar.
• Klaster Politik dan Pemerintahan: H Muhaimin Iskandar, H Nusron Wahid, dan Prof. KH Nasaruddin Umar.
Lihat video: Konflik Internal PBNU Memanas!
Insantara juga menemukan data yang cukup mengejutkan terkait mekanisme pemilihan. Temuan menunjukkan 90% elemen NU menghendaki sistem Ahwa diterapkan penuh bagi Syuriyah (Rais Aam) dan Tanfidziyah (Ketua Umum) di Muktamar mendatang.
“Pergantian kepemimpinan PBNU ini bukan sekadar rutinitas manajerial, melainkan titik tolak krusial bagi Nahdlatul Ulama dalam menavigasi tata kelola keumatan yang lebih progresif dan berintegritas di abad keduanya,” ucapnya.
Berikut ini 14 kandidat yang berpeluang potensial tersebut:
• Klaster PBNU: Prof. KH Nuh DEA, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Syaifullah Yusuf, dan KH Zulfa Mustofa.
• Klaster PWNU: KH Abd Ghaffar Rozin, KH Abd Hakim Mahfudz, dan KH Juhadi Muhammad.
• Klaster Tokoh NU dan Pesantren: KH Imam Jazuli, KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudlori, dan KH Marzuqi Mustamar.
• Klaster Politik dan Pemerintahan: H Muhaimin Iskandar, H Nusron Wahid, dan Prof. KH Nasaruddin Umar.
(cip)
Lihat Juga :