KPU Bolehkan Konser saat Pilkada, Iwan Fals: Lha Iki Kepriben Son...

Kamis, 17 September 2020 - 19:06 WIB
loading...
KPU Bolehkan Konser...
Musikus kondang Iwan Fals saat tampil di panggung. Foto/dok SINDOnews/Yorry Farli
A A A
JAKARTA - Kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang membolehkan peserta Pilkada serentak 2020 menggelar konser musik saat kampanye menuai polemik.

Kebijakan yang menjadi prokontra ini tertuang dalam Pasal 63 Ayat 1 Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020. Konser termasuk dalam jenis-jenis kegiatan yang dibolehkan dalam kampanye.

Namun sebagaimana diatur pada Pasal 63 Ayat 2, kegiatan tersebut dilakukan dengan membatasi jumlah peserta yang hadir paling banyak 100 (seratus) orang dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Corona
Virus Disease 2019 (Covid-19).(Baca juga: KPU Izinkan Konser Musik, Satgas: Kampanye yang Timbulkan Kerumunan Dilarang )

Aturan membolehkan konser ini menimbulkan komentar dari berbagai pihak. Salah satunya musikus kondang Iwan Fals . Melalui akun Twitternya, pemilik nama Virgiawan Listanto menduga kalau peserta acara konser menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Mungkin politisi sama yang ngonser dan penontonnya pada pake APD kali ya," tulis Iwan melalui akun Twitternya, @iwanfals, Rabu 16 September 2020.

Dalam cuitan sebelumnya, Iwan dengan tegas mempertanyakan kebijakan tersebut. "Lha iki Kepriben Son...(lha ini bagaimana)," katanya dengan menyertakan emoji berpikir.

Hal itu diungkapkan Iwan menanggapi pemberitaan yang menyebut KPU memberikan lampu hijau konser musik untuk kampanye pasangan calon. Cuitan Iwan Fals mengundang banyak komentar. Mayoritas tidak setuju dengan kebijakan KPU yang memboleh konser musik saat pilkada di tengan pandemi virus Corona.

"Entar kalau ada ledakan pasien baru yang disalahkan rakyat enggak mau taati protokol.. pokoknya yang salah rakyat kecil mulu," tulis pemilik akun Twitter @Astheriey.(Baca juga: KPU Izinkan Konser Musik saat Kampanye Pilkada, Ganjar: Ora Usahlah! )

Pemilik akun @yedikurniahadi menyarankan agar Pilkada 2020 ditunda untuk mencegah klaster penularan Covid-10 saat pilkada.Dia juga meminta pemerintah untuk mengambil pelajaran atas meninggalnya banyak anggota KPPS pada Pemilu 2019.

"Tunda pilkada 2020 untuk mencegah klaster pilkada waktu pendaftaran paslon abaikan protokol kesehatan, cukup pengalaman pahit meninggalnya ratusan KPPS di pilpres 2019 mustinya bisa jadi pertimbangan KPU walaupun meninggalnya bukan karena Covid-19 tapi betapa berharganya nyawa," cuit @yedikurniahadi.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
KPU Apresiasi Putusan...
KPU Apresiasi Putusan MK Pisahkan Pelaksanaan Pemilu Nasional dan Lokal
Propam Polri Periksa...
Propam Polri Periksa 6 Anggota Ditressiber Polda Jateng Terkait Band Sukatani
Rayakan HUT ke-52 PDIP,...
Rayakan HUT ke-52 PDIP, Hasto Kristiyanto Undang KPK di Acara Soekarno Run
Kompolnas: Diresnarkoba...
Kompolnas: Diresnarkoba Polda Metro Jaya Dipecat Buntut Kasus Pemerasan di Konser DWP
Kompolnas Desak Propam...
Kompolnas Desak Propam Polri Beri Sanksi Oknum Polisi yang Peras Penonton Konser DWP
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
PRJ 2026 Pecah! Wali...
PRJ 2026 Pecah! Wali Ajak Penonton Nyanyi dan Joget Bareng
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Rekomendasi
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved