Cegah Kecelakaan, Psikotes SIM Penting untuk Siapkan Mental Pengemudi di Jalan Raya
Jum'at, 20 Februari 2026 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A

Dalam perspektif psikologi transportasi, perilaku risiko di jalan sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti impulsivitas, agresivitas, rendahnya kontrol emosi, serta kurangnya konsentrasi.
Secara umum, kata Eka, SIM psikotes dirancang untuk mengukur tiga dimensi utama yang berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara. Pertama, Aspek Kognitif.
Hal ini berkaitan dengan kemampuan berpikir dan memproses informasi. Pengemudi perlu memiliki konsentrasi yang baik, mampu memahami situasi lalu lintas, serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
"Dalam kondisi jalan yang padat dan dinamis, keterlambatan berpikir beberapa detik saja dapat berakibat fatal," ucapnya.
Kedua, aspek psikomotor. Aspek ini menilai koordinasi antara penglihatan dan gerakan tubuh, serta kecepatan reaksi terhadap stimulus. Respons yang cepat dan akurat sangat dibutuhkan saat menghadapi kondisi darurat, seperti pengereman mendadak atau menghindari kendaraan lain.
Ketiga, aspek kepribadian. Aspek ini menilai stabilitas emosi, kontrol diri, kedisiplinan, serta sikap prososial.
Sikap prososial dalam berkendara berarti menghargai pengguna jalan lain, tidak egois, mampu menahan emosi, serta bersedia berbagi ruang di jalan raya.
“Jalan raya adalah ruang sosial. Jika seseorang mudah marah, impulsif, atau tidak peduli pada orang lain, risiko kecelakaan akan meningkat,” jelas Eka.
Penelitian dalam psikologi sosial menunjukkan individu dengan sikap prososial yang baik cenderung lebih patuh terhadap aturan dan lebih jarang melakukan pelanggaran lalu lintas.
Lihat Juga :