Pemilihan Ketua Umum PBNU dengan Sistem AHWA Dinilai yang Terbaik
Kamis, 19 Februari 2026 - 06:44 WIB
loading...
A
A
A
Ulama calon AHWA tersebut oleh warga NU diharapkan bisa mengembalikan marwah jam’iyyah. Mewakili mereka untuk menegaskan arah dan haluan NU di tengah disrupsi serta memilih pemimpin PBNU yang bisa membangkitkan kebanggaan warga terhadap jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
"Ramadan harus digunakan PBNU untuk menyerap gagasan dan menyiapkan rumusan mekanisme pergantian Rais Aam dan Ketua Umum dalam Muktamar nanti," ucapnya.
Kiai Abdul Muji juga menegaskan isu yang beredar terkait jadwal Konbes PBNU dan Munas Alim Ulama, sekaligus Muktamar ke-35 NU diundur dari jadwal semula hingga akhir 2026 atau awal 2027 tidak benar. Sebab penundaan Muktamar sama saja mencederai kesepakatan islah.
"Paska rapat harian yang dihadiri lengkap syuriyah dan tanfidziyah PBNU, Senin, 16 Februari 2026 di lantai 8 Gedung PBNU sempat beredar kabar bahwa Muktamar ke 35 NU diundur. Mudah-mudahan kabar ini tidak benar dan tidak terlintas niatan undur waktu oleh pimpinan PBNU. Karena bila hal itu benar, maka mencederai kesepakatan ishlah," ujarnya.
Menurut Abdul Muji, substansi ishlah tidak menyentuh nilai as-shidqu atau jujur dan al-amanah wal wafa bil ahdi atau dipercaya dan tepat janji dalam mabadi’ khoiro ummah.
Hingga sekarang awam Nahdliyyin sudah lega dengan ishlah PBNU disertai kesepakatan pelaksanaan Konbes PBNU dan Munas Alim Ulama pada Syawal 1447 H dan Muktamar ke-35 NU pada Juli-Agustus 2026.
"Dengan begitu, ruhul khidmah atau jiwa pengabdian PBNU terlihat baik, dan jangan sampai berubah menjadi ruhul khid’ah atau spirit mencurangi," ucap Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syadzili Sumberpasir Pakis, Malang, Jawa Timur ini.
"Ramadan harus digunakan PBNU untuk menyerap gagasan dan menyiapkan rumusan mekanisme pergantian Rais Aam dan Ketua Umum dalam Muktamar nanti," ucapnya.
Kiai Abdul Muji juga menegaskan isu yang beredar terkait jadwal Konbes PBNU dan Munas Alim Ulama, sekaligus Muktamar ke-35 NU diundur dari jadwal semula hingga akhir 2026 atau awal 2027 tidak benar. Sebab penundaan Muktamar sama saja mencederai kesepakatan islah.
"Paska rapat harian yang dihadiri lengkap syuriyah dan tanfidziyah PBNU, Senin, 16 Februari 2026 di lantai 8 Gedung PBNU sempat beredar kabar bahwa Muktamar ke 35 NU diundur. Mudah-mudahan kabar ini tidak benar dan tidak terlintas niatan undur waktu oleh pimpinan PBNU. Karena bila hal itu benar, maka mencederai kesepakatan ishlah," ujarnya.
Menurut Abdul Muji, substansi ishlah tidak menyentuh nilai as-shidqu atau jujur dan al-amanah wal wafa bil ahdi atau dipercaya dan tepat janji dalam mabadi’ khoiro ummah.
Hingga sekarang awam Nahdliyyin sudah lega dengan ishlah PBNU disertai kesepakatan pelaksanaan Konbes PBNU dan Munas Alim Ulama pada Syawal 1447 H dan Muktamar ke-35 NU pada Juli-Agustus 2026.
"Dengan begitu, ruhul khidmah atau jiwa pengabdian PBNU terlihat baik, dan jangan sampai berubah menjadi ruhul khid’ah atau spirit mencurangi," ucap Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syadzili Sumberpasir Pakis, Malang, Jawa Timur ini.
(jon)
Lihat Juga :