Tahap 3 SPPG Diresmikan, Abdul Mu’ti Tegaskan Muhammadiyah Dukung MBG
Rabu, 18 Februari 2026 - 10:50 WIB
loading...
A
A
A
Abdul Mu’ti lalu mengaitkan arah MBG dengan sebuah konsep dalam Islam “bastatan fil ‘ilmi wal jism”, yakni keunggulan ilmu dan ketangguhan raga yang berjalan beriringan. Ia merujuk pandangan para ulama tentang kisah Thalut yang dinilai layak memimpin bukan karena ukuran material, tetapi karena kekuatan fisik yang nyata dan kebijaksanaan intelektual yang matang.
Dalam bacaan klasik, menurut Mu’ti, penafsiran menekankan perpaduan akal dan hikmah dengan tubuh yang kuat, sementara perspektif lain menegaskan bahwa “kekuatan” harus dipandu pengetahuan terapan agar efektif dan etis.
Baca juga: Muhammadiyah Resmikan Tahap 3 SPPG di Medan
“Tafsir-tafsir modern menyebut bahwa amanah besar menuntut daya lahir dan batin yang dipandu iman, ilmu, serta upaya pendidikan yang sistematis. Kontekstualisasi hari ini menempatkan ilm sebagai seluruh pengetahuan yang bermanfaat, dan jism sebagai kesehatan, kebugaran, ketahanan mental, serta kecakapan hidup yang sering diasah lewat disiplin, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehat” jelas Mu’ti.
Baginya, kerangka ini membuat MBG tidak berhenti pada pemenuhan gizi saja, tetapi juga menjadi pintu pembentukan karakter, karena generasi yang kuat membutuhkan tubuh yang terawat agar ilmu dapat bertumbuh dan diwujudkan dalam kerja nyata.
Dalam bacaan klasik, menurut Mu’ti, penafsiran menekankan perpaduan akal dan hikmah dengan tubuh yang kuat, sementara perspektif lain menegaskan bahwa “kekuatan” harus dipandu pengetahuan terapan agar efektif dan etis.
Baca juga: Muhammadiyah Resmikan Tahap 3 SPPG di Medan
“Tafsir-tafsir modern menyebut bahwa amanah besar menuntut daya lahir dan batin yang dipandu iman, ilmu, serta upaya pendidikan yang sistematis. Kontekstualisasi hari ini menempatkan ilm sebagai seluruh pengetahuan yang bermanfaat, dan jism sebagai kesehatan, kebugaran, ketahanan mental, serta kecakapan hidup yang sering diasah lewat disiplin, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehat” jelas Mu’ti.
Baginya, kerangka ini membuat MBG tidak berhenti pada pemenuhan gizi saja, tetapi juga menjadi pintu pembentukan karakter, karena generasi yang kuat membutuhkan tubuh yang terawat agar ilmu dapat bertumbuh dan diwujudkan dalam kerja nyata.
Lihat Juga :