Kepala BPOM: Konsep ABG Jadi Peta Strategis Indonesia Tingkatkan Daya Saing Global
Minggu, 15 Februari 2026 - 12:22 WIB
loading...
A
A
A
Bagi perguruan tinggi dan dunia riset, pengakuan tersebut membuka peluang besar hilirisasi inovasi obat dan produk kesehatan karena didukung sistem regulasi yang telah diakui dunia. Dia menyebut WLA sebagai game changer yang menghubungkan riset, industri, regulasi, dan daya saing global Indonesia.
Taruna menegaskan kontribusi sektor obat dan makanan terhadap perekonomian nasional sangat besar. Aktivitas industri besar dan UMKM di bawah pengawasan BPOM diperkirakan bernilai sekitar Rp10.000 triliun (sekitar USD594 miliar). Sebagai lembaga yang memiliki kewenangan pengawasan dari hulu hingga hilir, BPOM memegang peran strategis dalam menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Saat ini terdapat 45.216 industri skala besar dan sekitar 4,2 juta UMKM berada dalam lingkup pengawasan BPOM. Rinciannya meliputi 272 industri obat dan 3.217 pedagang besar farmasi; 239 industri obat bahan alam dan 1.207 usaha obat bahan alam; 208 industri suplemen kesehatan; 143 industri kosmetik dan 1.183 UMKM kosmetik; 11.137 industri pangan olahan, 10.111 UMKM pangan olahan, 196.849 industri rumah tangga pangan, serta sekitar 30.000 ritel makanan modern.
Sepanjang 2025, BPOM menerbitkan sedikitnya 424.301 sertifikat yang mencakup izin edar produk, sertifikat sarana produksi dan distribusi, serta surat keterangan ekspor dan impor. Hal ini menunjukkan peran pengawasan sekaligus fasilitasi BPOM dalam menjaga keamanan produk sekaligus mempercepat aktivitas ekonomi.
Melalui pendekatan ABG dan dukungan sistem regulasi berstandar internasional, BPOM menempatkan pengawasan tidak hanya sebagai fungsi kontrol, tetapi juga akselerator inovasi nasional. Regulasi diposisikan sebagai enabler agar riset, industri kesehatan, pangan, dan obat tradisional Indonesia mampu menembus pasar global secara aman dan terpercaya.
Menurut Taruna, masa depan daya saing Indonesia tidak ditentukan oleh satu sektor saja, melainkan oleh kemampuan menyatukan sains, industri, dan kebijakan publik dalam satu arah pembangunan. Sehingga konsep ABG diharapkan menjadi fondasi menuju Indonesia berdaya saing global sekaligus berdaulat di bidang kesehatan dan pangan.
Taruna menegaskan kontribusi sektor obat dan makanan terhadap perekonomian nasional sangat besar. Aktivitas industri besar dan UMKM di bawah pengawasan BPOM diperkirakan bernilai sekitar Rp10.000 triliun (sekitar USD594 miliar). Sebagai lembaga yang memiliki kewenangan pengawasan dari hulu hingga hilir, BPOM memegang peran strategis dalam menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Saat ini terdapat 45.216 industri skala besar dan sekitar 4,2 juta UMKM berada dalam lingkup pengawasan BPOM. Rinciannya meliputi 272 industri obat dan 3.217 pedagang besar farmasi; 239 industri obat bahan alam dan 1.207 usaha obat bahan alam; 208 industri suplemen kesehatan; 143 industri kosmetik dan 1.183 UMKM kosmetik; 11.137 industri pangan olahan, 10.111 UMKM pangan olahan, 196.849 industri rumah tangga pangan, serta sekitar 30.000 ritel makanan modern.
Sepanjang 2025, BPOM menerbitkan sedikitnya 424.301 sertifikat yang mencakup izin edar produk, sertifikat sarana produksi dan distribusi, serta surat keterangan ekspor dan impor. Hal ini menunjukkan peran pengawasan sekaligus fasilitasi BPOM dalam menjaga keamanan produk sekaligus mempercepat aktivitas ekonomi.
Melalui pendekatan ABG dan dukungan sistem regulasi berstandar internasional, BPOM menempatkan pengawasan tidak hanya sebagai fungsi kontrol, tetapi juga akselerator inovasi nasional. Regulasi diposisikan sebagai enabler agar riset, industri kesehatan, pangan, dan obat tradisional Indonesia mampu menembus pasar global secara aman dan terpercaya.
Menurut Taruna, masa depan daya saing Indonesia tidak ditentukan oleh satu sektor saja, melainkan oleh kemampuan menyatukan sains, industri, dan kebijakan publik dalam satu arah pembangunan. Sehingga konsep ABG diharapkan menjadi fondasi menuju Indonesia berdaya saing global sekaligus berdaulat di bidang kesehatan dan pangan.
(shf)
Lihat Juga :