Tantangan NU di Masa Depan Lebih Sulit, KH Ma'ruf Amin: Pola Pikir Kiai Wahab Jadi Rujukan
Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
"Nah, untuk menjaga ini lahirnya NY dalam rangka menjaga kemurnian paham Ahlussunnah wal Jamaah. Himayatul Ummah anil Afkar al-Munharifah, dari cara berpikir yang menyimpang, apakah itu terlalu ke kiri (tekstualisme) ataupun terlalu ke kanan (liberalisme)," ujar Ma'ruf.
"Jadi ini sebagai paham yang kita sebut sebagai paham yang tawasuthiyan (moderat), tidak tasyaddudi (ekstrem keras), tidak juga tasahuuli (terlalu menggampangkan). Dan juga paham yang tapi tetap tathawwuriyan (dinamis/berkembang), dinamis dan manhajiyan (ber-manhaj/bermetode)," tambahnya.
Menurut Ma'ruf, lahirnya organisasi dan gerakan yang diinisiasi Mbah Wahab ini merupakan gagasan besar. Gagasan ini bisa menjadi bekal untuk menyiasati sejumlah tantangan yang dihadapi di masa depan.
"Nah, 100 tahun ke depan, kalau kita melihat keadaan sekarang tentu tidak lebih mudah justru lebih gampang dari yang dulu. Sekarang ini tentu lebih kompleks. Oleh karena itu, dalam menghadapi 100 tahun kedua Nahdlatul Ulama, saya kira pola pikir yang dikembangkan oleh Hadratussyaikh Kiai Wahab Hasbullah ini bisa menjadi rujukan kita," ujar Ma'ruf.
"Menurut saya semangat yang dilakukan Kiai Wahab Hasbullah harus dirumuskan kembali sesuai dengan tantangan yang kita hadapi untuk menghadapi 100 tahun kedua NU," sambungnya.
"Jadi ini sebagai paham yang kita sebut sebagai paham yang tawasuthiyan (moderat), tidak tasyaddudi (ekstrem keras), tidak juga tasahuuli (terlalu menggampangkan). Dan juga paham yang tapi tetap tathawwuriyan (dinamis/berkembang), dinamis dan manhajiyan (ber-manhaj/bermetode)," tambahnya.
Menurut Ma'ruf, lahirnya organisasi dan gerakan yang diinisiasi Mbah Wahab ini merupakan gagasan besar. Gagasan ini bisa menjadi bekal untuk menyiasati sejumlah tantangan yang dihadapi di masa depan.
"Nah, 100 tahun ke depan, kalau kita melihat keadaan sekarang tentu tidak lebih mudah justru lebih gampang dari yang dulu. Sekarang ini tentu lebih kompleks. Oleh karena itu, dalam menghadapi 100 tahun kedua Nahdlatul Ulama, saya kira pola pikir yang dikembangkan oleh Hadratussyaikh Kiai Wahab Hasbullah ini bisa menjadi rujukan kita," ujar Ma'ruf.
"Menurut saya semangat yang dilakukan Kiai Wahab Hasbullah harus dirumuskan kembali sesuai dengan tantangan yang kita hadapi untuk menghadapi 100 tahun kedua NU," sambungnya.
(jon)
Lihat Juga :