Korlantas Polri Peduli Bagikan Masker dan Gelar 37.500 Rapid Test Gratis
Kamis, 17 September 2020 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Viral Ospek Daring UNESA, Ini Cara Hadapi Kating yang Suka Marah-marah)
Selain baksos kata Istiono, Korlantas Polri bekerja sama dengan PT Indo Cakra Abadi juga akan menggelar bakti kesehatan berupa pembagian masker dan rapid test gratis Covid-19 terhadap 37.500 warga masyarakat di tempat-tempat pelayanan publik, seperti pelayanan di Samsat, pelayanan SIM dan pelayanan STNK.
"Bilamana ada peserta rapid test yang menunjukkan hasil reaktif, maka akan langsung ditindaklanjuti dengan test swab PCR," ucapnya.
Istiono mengungkapkan, bantuan kemanusiaan di tengah pandemi Corona telah menjadi sebuah tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam tatanan kehidupan manusia. Berbagai lapisan masyarakat dihadapkan pada pilihan yang sama-sama pahit untuk ditelan.
"Ada dua pilihan, mencegah terpuruknya perekonomian atau menempatkan hidup masyarakat dalam bahaya dengan tidak mengorbankan sektor ekonomi. Di sini tindakan bijak sangat diperlukan, antara lain berkompromi dengan mengkombinasikan keduanya, yaitu hidup berdampingan dengan pandemi dan saat yang sama memeranginya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.
"Terpenting bagaimana kita melindungi warga dari virus mematikan ini dan melakukan semua prosedur pencegahan serta kebijakan demi mengurangi dampak virus Corona," tegas Istiono.
Selain baksos kata Istiono, Korlantas Polri bekerja sama dengan PT Indo Cakra Abadi juga akan menggelar bakti kesehatan berupa pembagian masker dan rapid test gratis Covid-19 terhadap 37.500 warga masyarakat di tempat-tempat pelayanan publik, seperti pelayanan di Samsat, pelayanan SIM dan pelayanan STNK.
"Bilamana ada peserta rapid test yang menunjukkan hasil reaktif, maka akan langsung ditindaklanjuti dengan test swab PCR," ucapnya.
Istiono mengungkapkan, bantuan kemanusiaan di tengah pandemi Corona telah menjadi sebuah tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam tatanan kehidupan manusia. Berbagai lapisan masyarakat dihadapkan pada pilihan yang sama-sama pahit untuk ditelan.
"Ada dua pilihan, mencegah terpuruknya perekonomian atau menempatkan hidup masyarakat dalam bahaya dengan tidak mengorbankan sektor ekonomi. Di sini tindakan bijak sangat diperlukan, antara lain berkompromi dengan mengkombinasikan keduanya, yaitu hidup berdampingan dengan pandemi dan saat yang sama memeranginya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.
"Terpenting bagaimana kita melindungi warga dari virus mematikan ini dan melakukan semua prosedur pencegahan serta kebijakan demi mengurangi dampak virus Corona," tegas Istiono.
Lihat Juga :